- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
- Kerja Sama BKN dan Microsoft Indonesia, Latih 145 Ribu ASN Hadapi Era AI
- SMSI Petakan Pengaruh Politik Global dan Masa Depan Pers Nasional
- Kemendagri Perkuat Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan
- Lindungi Profesi Humas dengan Sertifikasi, Sinergi Gerakan Indonesia Bicara Baik dan Program Public Service Obligation
Rumah Tangga Berantakan, Masalah Sosial Bermunculan
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Permasalahan sosial yang kerap terjadi belakangan ini salah satunya disebabkan oleh ketahanan keluarga yang kurang baik. Permasalahan ketahanan keluarga ini sendiri dapat menyebabkan berbagai permasalahan selain masalah sosial, seperti narkoba, bahkan perceraian.
Oleh karena itu, ketahanan keluarga ini harus benar-benar dijaga. Hal ini diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Najib pada sosialisasi ketahanan keluarga di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (18/12).
Dikatakan Najib usai membuka sosialisasi, bahwa, ketahanan keluarga menjadi sentral. “Apapun profesinya, kalau keluarga kacau tidak ada kesatuan di rumah itu, pasi tidak akan baik. Contoh misalnya, gagal di rumah tangga lari ke jalan, narkoba, bahkan lari kepada tindak kriminal, ini yang harus dihindari,” jelas Najib.
Dirinya menambahkan, ketahanan keluarga niscaya akan membawa kepada ketahanan ekonomi, pendidikan, moral, dan religius. “Begitupun sebaliknya,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, salah satu yang berperan besar dalam suatu keluarga adalah seorang ibu. Seorang ibu harus mampu membangun keteladanan dalam suatu keluarga, memberikan contoh, motivasi terhadap orang-orang dalam keluarga.
Najib menjelaskan, silakan seorang perempuan berkarir di luar rumah, karena wanita tidak meski di rumah saja. “Karena orangtua sudah membiayai pendidikan. Mari berperan sesuai profesi, tidak boleh sukses di karir tapi tidak di keluarga,” tegasnya. (yrl)



