- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Informasi Harus Mudah Dimengerti
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Banyaknya isu lingkungan yang harus diketahui oleh publik, tentu saja memerlukan sumber informasi yang faktual sehingga mudah untuk dipahami oleh masyarakat. Untuk mencapai hal itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) mencoba menjalin komunikasi aktif dengan berbagai media yang dirangkai dalam seminar jurnalistik lingkungan dan pelatihan kehumasan di Hotel Horizon Ultima Palembang, Senin (30/10).
Yesi Dewi Agustina yang merupakan salah satu narasumber mengatakan bahwa jurnalis ataupun media harus memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi yang mudah dimengerti oleh pembaca atau masyarakat.
“Data dan ditambah dengan kreativitas adalah kuncinya. Selain itu knowledge management harus mampu dimiliki agar data yang dimiliki bisa dikumpulkan dan dimasukkan kedalam aplikasi,” ungkapnya.
Masih kata Dewi, para jurnalis juga perlu untuk mengupdate kemampuan dan pengetahuan untuk menyuarakan kelestarian lingkungan di Sumatera Selatan (Sumsel).
Sementara, pengamat lingkungan, Yenrizal Tarmizi menyorot soal peran penting pemerintah dalam mengaplikasikan regulasi yang ada khususnya tentang lingkungan.
“Jangan pilih calon pemimpin yang mengabaikan visi lingkungan,” serunya.
Baginya, hal tersebut sangat penting karena jika masih ada disorientasi dalam pengelolaan tata ruang, maka siapapun pemimpinnya tidak akan bisa merubah atau mengatasi persoalan lingkungan. (mrf)



