- Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Tangani Karhutla
- Karhutla Masuk Kota dan Mengintai Lapas di Palembang, Petugas Terkendala Air
- Atasi Karhutla, Sumsel Diguyur Dana Bantuan Presiden Senilai Rp100 Miliar
- Luas Fire Spot di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
Senada diungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Palembang, Dr dr Zulkhair Ali SpPD KGH. Menurut Zulkhair Ali, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan. Terutama kebersihan makanan dan alat makan. Khususnya bagi anak-anak. “Kami mengikuti panduan Pengurus Besar IDI dan IDAI. Pencegahan dilakukan dengan mencuci tangan dan alat makan. Juga jangan makan sembarangan,” ungkap Zulkhair kepada Simbur, Kamis (5/5).
Selain pencegahan, deteksi dini juga penting dilakukan terhadap pasien anak yang terinfeksi hepatitis misterius agar segera mendapat perawatan medis di rumah sakit. “Deteksi dini untuk pasien yang memberikan gejala. Terutama anak di bawah 16 tahun. Bagi yang dicurigai hepatitis, segera dirawat di rumah sakit,” jelasnya.



