- Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah melalui Operasi Modifikasi Cuaca
- Optimalkan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah
- Kejari Musi Rawas Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Peremajaan Sawit
- Deklarasi Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Akhiri Illegal Drilling di Sumsel
- PWI Fest Digelar 4–5 Desember 2026 di Jakarta, Kick-Off HPN 2027 Lampung
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
PALEMBANG, SIMBUR – Sejumlah bocah dikabarkan meninggal dunia. Diduga akibat terinfeksi penyakit akut hepatitis misterius. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini anak di bawah usia 16 tahun dari “penyakit misterius” yang tengah menghebohkan dunia itu sangat penting dilakukan. Khususnya bagi masyarakat Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan dr Julius Anzar SpA (K) saat dihubungi menjelaskan, hingga saat ini belum ada kasus hepatitis akut di Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang. “Kalau di Sumatera Selatan saya belum dapat laporan dari teman-teman saya. Artinya belum ada atau belum terdeteksi,” ungkap dr Julius Anzar kepada Simbur, Jumat (6/5).
Julius menerangkan, penyakit akut ini berbeda dengan hepatitis biasa. Bahkan, penyakit misterius ini dapat menyerang lebih cepat sehingga sangat berbahaya bagi anak usia di bawah 16 tahun. “Sebenarnya hepatitis itu penyakit biasa. Tapi ini (hepatitis akut) yang lain. Kalau hepatitis A,B, dan C itu tidak cepat, sifatnya memberat. Tapi kalau (hepatitis akut) ini pergerakannya lebih cepat. Dalam berapa hari (pasien) sudah kehilangan kesadaran, fatal. Itu bedanya dengan hepatitis biasa,” paparnya.



