- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Distribusi Logistik Pemilu Tidak Harus Lewat Pos
PALEMBANG, SIMBUR – Logistik Pemilu adalah salah satu komponen pesta demokrasi yang sangat penting dijaga kerahasiaannya. Tentu, dalam proses pendistribusiannya tidak boleh ada kesalahan yang mungkin bisa merusak tatanan demokrasi yang dibangun saat ini. Terkait, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel, Dra Kelly Mariana memastikan jika distribusi logistik pemilu 2019 lalu, dipercayakan kepada Pos Indonesia dan pihak ketiga.
“Untuk pendistribusian logistik pemilu kemarin ada yang menggunakan Pos Indonesia dan pihak ketiga (swasta). Kalau dari perusahaan (percetakan) ke kami (KPU) itu dari pihak ketiga yaitu penyedia. Kalau dari kabupaten/kota turun ke bawah, itu ada yang menggunakan Pos Indonesia dan pihak ketiga (swasta),” jelasnya saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (10/8).
Ditambahkan Kelly, pendistribusian logistik pemilu tidak diatur dalam regulasi. Apalagi, tidak semua cabang Pos Indonesia menyanggupi lostik tersebut sampai di tempat pemungutan suara (TPS). “Tidak harus melalui Pos Indonesia. Tergantung ada Pos yang menyanggupi dan tidak sampai ke TPS. Untuk sampai ke TPS kan tidak mungkin mobil Pos Indonesia. Tetapi mobil Pos sampai ke PPK, dan pihak Pos Indonesia yang menyuruh deliver ke TPS. Ada juga dia (Pos Indonesia) menyuruh pihak lain. Jadi tidak ada keharusan dari pusat untuk hanya menggunakan layanan pos dari Pos Indonesia,” ungkapnya.
Dirinya tetap menilai jika layanan pos yang diberikan oleh Pos Indonesia masih tergolong baik, karena tidak ditemukannya keluhan dari KPU kabupaten/kota di Sumsel. “Soal layanan Pos Indonesia, kemarin tidak ada keluhan dari kabupaten/kota, karena memang tidak semuanya menggunakan layanannya. Pos Indonesia juga sebenarnya dipilih karena jangkauannya jauh (luas). Tapi, sekarang banyak juga pihak ketiga yang menyewakan angkutan logistik. Soal ketepatan waktu, sepanjang kemarin tidak ada keluhan berarti mereka Pos Indonesia bagus. Tidak ada hal yang jelek terkait layanannya,” ujarnya seraya menambahkan jika Pos Indonesia masih bisa dipercaya untuk mendistribusikan logistik pemilu yang akan datang. (dfn)



