- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Stadion Mini Rusuh, Polisi Diserang Pengunjuk Rasa
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Sejumlah pengunjuk rasa yang diduga dapat menjadi pemicu kerusuhan mulai beraksi di Stadion Mini Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (25/1). Para demonstran itu mulai bertindak anarki dan menyerang polisi. Begitu pra-simulasi yang digelar Polres OKI untuk mengantisipasi kerusuhan selama Pilkada 2018.
AKP Iksan SE selaku Komandan Kompi (Danki) Pengendalian Masa (Dalmas) mengatakan, dalam pra-simulasi pengamanan ini, pihaknya mengerahkan beberapa regu untuk menghadapi para pengunjuk rasa. “Mulai dari regu negosiator, peleton pengendalian masa (dalmas), regu pengurai masa (raimas), hingga peleton lanjutan atau peleton inti,” jelasnya.
Danki yang keseharian menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres OKI ini menjelaskan, dalam simulasi ini selain melihat kesiapan personel juga melihat kesiapan alat yang akan digunakan selama pengaman pilkada nanti. Mulai dari mobil barier, mobil penyemprot, kendaraan pengurai masa, hingga alat lainnya. Sebanyak 180 personel dikerahkan dalam simulasi pengamanan kali ini.
Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto SH MH menjelaskan, simulasi ini meliputi pengamanan masa, mulai dari saat unjuk rasa hingga terjadinya kerusuhan. “Simulasi ini diharapkan dapat lebih menyiapkan personel saat di lapangan,” katanya kepada wartawan saat melakukan pemantauan simulasi.
Kapolres menegaskan, dalam melakukan tugasnya, para petugas harus bekerja sesuai SOP. Pengamanan ini sendiri, menurutnya, akan dilakukan selama rangkaian pilkada mulai dari masa deklarasi hingga akhir nanti. “Sebentar lagi penetapan, dan selanjutnya kampanye, tentunya kita harus siap,” tegas Kapolres.
Selanjutnya, tambah dia, juga akan ada simulasi lanjutan, yaitu gabungan antara Polri, TNI, dan Brimob. “Rencanya pada 14 Februari di Setda Kabupaten OKI,” pungkasnya. (yrl)



