- Ketua dan Bendahara Forum Kades Pagar Gunung Sudah Dikerangkeng 6 Bulan
- Agus Sempat Lolos Dicokok Polisi karena Dipagari Massa, Ade Hanya Bisa Pasrah Dicomot di Rumah
- Viral Video TKA Ilegal Asal Cina Kabur ke Hutan saat Dirazia, Kadisnakertrans Muba Buka Suara
- Terkumpul 25 Kantong Mayat, Terdata 17 Korban Tewas akibat Longsor di Bandung Barat
- Penerapan Manajemen Talenta ASN Melonjak hingga 200 Persen, Kepala BKN Diserang Video Palsu
Evakuasi Warga Terjebak Banjir, Bangun Jembatan karena Akses Terputus
BATURAJA, SIMBUR – Babinsa Desa Karang Jadi, Sertu Iwan Gunarto dari Koramil 403-04/Belitang Kodim 0403/OKU, berhasil mengevakuasi masyarakat yang terjebak di dalam mobil. Akibat terseret arus banjir di Desa Karang Jadi, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, pada Kamis (8/1).
Banjir terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, mulai pukul 03.30 WIB hingga 11.00 WIB di beberapa titik wilayah Kodim 0403/OKU, khususnya di Kabupaten OKU Timur. Bencana ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan meluapnya air di sejumlah kawasan pemukiman dan jalur transportasi warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Kodim 0403/OKU segera melaksanakan perbantuan ke lapangan guna menangani dampak banjir. Sejumlah personel diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu masyarakat, melakukan pemantauan, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Selain upaya evakuasi, Kodim 0403/OKU juga melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di beberapa titik wilayah Kabupaten OKU Timur sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada warga.
Salah satu aksi nyata di lapangan adalah evakuasi masyarakat yang terjebak di dalam mobil yang terseret arus banjir di Desa Karang Jadi. Evakuasi tersebut dilakukan langsung oleh Babinsa Desa Karang Jadi, Sertu Iwan Gunarto, dengan penuh kewaspadaan mengingat derasnya arus air saat kejadian.
Dalam pelaksanaan evakuasi, Sertu Iwan Gunarto tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Bhabinkamtibmas Desa Karang Jadi, Aipda Dwi Kurniawan dari Polsek Belitang III Polres OKU Timur, serta masyarakat sekitar. “Berkat kerja sama yang solid, seluruh warga berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.
Sementara itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0403/OKU menunjukkan komitmen nyata dalam membantu kesulitan masyarakat di wilayah teritorialnya. Hal ini dibuktikan dengan rencana akan membangun jembatan akses di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU. Jembatan ini, nantinya diharapkan menjadi solusi mempermudah kelancaran akses Logistik dan kegiatan masyarakat.
Sebagai langkah awal, Komandan Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., memimpin langsung peninjauan lokasi di pertengahan Desember 2025 hingga 6 Desember 2026 kemarin. Didampingi oleh tim dari Dinas PU Binamarga Kabupaten OKU dan sejumlah anggota Kodim, survei lapangan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan teknis serta menentukan titik koordinat yang tepat di aliran Sungai Ogan agar pembangunan berjalan optimal dan aman.
Berdasarkan hasil survei teknis, jembatan ini direncanakan memiliki bentang sepanjang 110 meter dengan ketinggian 6 meter di atas permukaan sungai. Tim suvei mencatat bahwa Sungai Ogan di titik tersebut memiliki lebar 70 meter dengan karakter arus yang deras, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, konstruksi jembatan akan dirancang khusus untuk menghadapi kondisi tanah tepi sungai yang lembut namun berbatu.
Pembangunan jembatan baru ini menjadi harapan bagi 74 Kepala Keluarga (KK) yang berada di daerah tersebut. Saat ini, akses aktivitas ekonomi masyarakat terhambat dan kondisi paling memprihatinkan dialami oleh anak-anak sekolah yang terisolir, di mana aktivitas pendidikan mereka terganggu akibat tidak adanya sarana penyeberangan yang aman menuju sekolah. Hal inilah yang menjadi alasan kuat rencana pembangunan jembatan gantung ini.
Meskipun medan menuju lokasi memiliki kontur yang cukup menantang, potensi keberhasilan pembangunan ini didukung oleh ketersediaan lahan yang mencukupi serta melimpahnya material lokal seperti kayu, batu, dan pasir. Kehadiran jembatan baru nantinya diproyeksikan akan melayani mobilitas sedikitnya 200 pejalan kaki dan 50 pengendara roda dua setiap harinya, terutama pada jam sibuk pagi hingga sore hari.
Letkol Arh Yusuf Winarno menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi proyek ini. Antusiasme masyarakat Desa Pusar yang sangat tinggi menjadi motivasi tambahan bagi personel Kodim 0403/OKU dalam menjalankan tugas pengabdian ini. “Pembangunan jembatan akan dimulai dalam minggu-minggu ini dan diharapkan dapat membangun harapan dan kesejahteraan masyarakat Baturaja Barat,” pungkasnya.(red/rel)



