Terkumpul 25 Kantong Mayat, Terdata 17 Korban Tewas akibat Longsor di Bandung Barat

# Masih 81 Korban Belum Ditemukan

JAKARTA, SIMBUR – Operasi pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Minggu (25/1) terus dilakukan hingga sore hari. Hingga pukul 16.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan 14 body pack (kantong jenazah).

“Total telah ditemukan sebanyak 25 body packs. Seluruhnya telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk diidentifikasi. Isi body pack itu bisa jasad utuh bisa body parts (potongan anggota tubuh) korban. Nah dari 26 body packs yang sudah diserahkan ke DVI Polri 17 diantaranya sudah (bisa langsung dilakukan) proses identifikasi. Dari 17 ini, 11 sudah teridentifikasi,” terang Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Menurut Muhari, hingga Minggu siang, korban meninggal dunia tercatat sembilan jiwa. Lima korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Selain korban meninggal dunia, terdapat 23 jiwa dilaporkan selamat dan belum ditemukan 81 jiwa. “Angka jumlah korban masih akan terus bergerak seiring ditemukannya kembali korban dan identifikasi oleh tim DVI,” paparnya.

Pada proses pencarian korban hari ini sempat terkendala, sekitar pukul 10.41 tim di area worksite A1 sempat menghentikan pencarian sementara dikarenakan terpantau adanya longsoran. “Operasi dilanjutkan kembali pada pukul 11.10 setelah dilakukan pengamatan drone UAV di mahkota longsor dan dinyatakan aman,” jelasnya.

Klaster SAR dipimpin Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD telah melaksanakan pencarian sejak pagi dengan fokus pada 2 sektor yakni sektor alpha dan sektor bravo. Dalam operasi lebih dari 250 personel dikerahkan. “Pencarian menggunakan metode alat berat, pencarian manual dan drone UAV untuk mempercepat proses pencarian,” kata Muhari.

Selain cuaca, medan di lokasi kejadian menjadi tantangan petugas saat melaksanakan pencarian. Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Senin (26/1).

Tanah longsor yang terjadi dini hari tersebut tak hanya menelan korban jiwa, longsor juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sebanyak 232 warga di sekitar lokasi kejadian mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di GOR dan Aula Desa. BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan terus melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak.

Sejalan dengan upaya pencarian pertolongan, perlindungan dan pelayanan bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dalam penanganan bencana ini, pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan, yaitu klaster SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, dan pemulihan.

Dari jumlah korban meninggal akibat longsor di Bandung Barat mencapai 17 orang, tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengindentifikasi 11 jenazah. Sementara, 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Tim SAR gabungan kemarin Minggu (25/1) telah berhasil menyerahkan total 25 kantong jenazah. “Jumlah ini sudah termasuk dari 11 jenazah yang berhasil teridentifikasi serta 6 yang masih proses identifikasi,” jelasnya.

Hasil operasi pencarian Tim SAR gabungan selanjutnya diproses oleh tim DVI untuk identifikasi. Proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan memiliki identitas pendukung. “Namun, untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, diperlukan waktu lebih lama untuk proses pencocokan data ante mortem,” terangnya.

Hingga kini, proses identifikasi terhadap kantong jenazah yang sudah diserahkan ke tim DVI terus berjalan. Pagi ini Senin (26/1) proses pencarian kembali dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone. (red)