- Rumuskan Strategi Komunikasi yang Relevan dengan Dinamika Perubahan Zaman saat KHI 2026 Surakarta
- Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
- HPN 2027 Lampung Inklusif dan Kolaboratif, Dewan Pers Segera Kumpulkan Konstituen
- Kejati Sumsel Gelar Upacara, Ziarah, dan Tabur Bunga
- Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga Mengungsi Hindari Potensi Lahar
Bencana Sosial akibat Bentrok Berdarah Terjadi di Flores Timur, Tiga Korban Tewas dan Tujuh Warga Terluka
JAKARTA, SIMBUR – Bencana terjadi bukan hanya karena faktor alam. Akan tetapi, konflik antarwarga juga berdampak menjadi pemicu bencana. Seperti halnya terjadi di Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, bencana akibat konflik sosial antarkelompok warga terjadi antara masyarakat Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan masyarakat Desa Narasaosina. Insiden terjadi pada Sabtu (18/7), pukul 06.15 Wita.
“Konflik kekerasan antarwarga ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka. Kerugian material tercatat antara lain 20 unit rumah terdampak, satu unit bangunan usaha, dan satu unit sepeda motor,” ungkap Muhari, Minggu (19/7).



