- Ketua dan Bendahara Forum Kades Pagar Gunung Sudah Dikerangkeng 6 Bulan
- Agus Sempat Lolos Dicokok Polisi karena Dipagari Massa, Ade Hanya Bisa Pasrah Dicomot di Rumah
- Viral Video TKA Ilegal Asal Cina Kabur ke Hutan saat Dirazia, Kadisnakertrans Muba Buka Suara
- Terkumpul 25 Kantong Mayat, Terdata 17 Korban Tewas akibat Longsor di Bandung Barat
- Penerapan Manajemen Talenta ASN Melonjak hingga 200 Persen, Kepala BKN Diserang Video Palsu
Pastikan Penanganan Optimal bagi Korban Longsor di Bandung Barat
JAKARTA, SIMBUR – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi terdampak bencana longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Selain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M. turut mendampingi dalam kegiatan yakni Menko PMK Pratikno, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifarul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. “Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tim sudah turun semua ke lapangan dan kita upayakan semaksimal mungkin untuk pencarian korban,” ujar Gibran.
Para rombongan melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak bencana, memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk logistik, layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. “Kami dari pemerintah pusat lewat BNPB akan mendukung penuh terkait kebutuhan masyarakat terdampak sampai kondisi pulih,” jelas Suharyanto.
Menko PMK Pratikno menyebut, sebagai bagian dari penanganan terpadu lintas kementerian dan lembaga, bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi. “Kami mengutamakan penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan,” ujar Pratikno.
Sejalan dengan upaya pencarian pertolongan, perlindungan dan pelayanan bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dalam penanganan bencana ini, pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan, yaitu klaster SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, dan pemulihan.
Klaster SAR yang dipimpin Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD. Dalam operasi ini sudah mengerahkan lebih dari 250 personel serta alat berat untuk mempercepat proses pencarian. “Saat ini lebih dari 250 personel terlatih terlibat langsung dalam operasi SAR, didukung unsur udara dengan drone serta unsur darat. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim,” jelas Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Klaster kesehatan menyediakan pos kesehatan lapangan dengan layanan 24 jam, ambulans siaga, mekanisme rujukan bagi korban kritis, serta layanan kesehatan jiwa dan trauma healing bagi para penyintas. Untuk pos kesehatan sudah melayani para warga yang hendak memeriksa kesehatannya, pos ini berada di halaman Kantor Desa Pasirlangu.
Lebih lanjut, Klaster logistik memastikan kebutuhan permakanan, sembako, selimut, dan _hygine kit._ Klaster pengungsian dan perlindungan melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban terdampak. Terakhir, klaster pemulihan untuk membangun kembali kehidupan warga termasuk opsi relokasi ke tempat yang lebih aman.
Data sementara terkait pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu per Minggu (25/1) pukul 14.00 WIB berjumlah 232 jiwa dengan rincian gor desa 141 jiwa dan aula desa 8 jiwa. Selanjutnya ada tiga skema yang disiapkan bagi para pengungsi, yang pertama warga akan dibuatkan hunian sementara (huntara), yang kedua tinggal di rumah saudara dengan menggunakan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan terakhir yakni opsi relokasi ke tempat yang lebih aman.
“Tentu penentuan lokasi juga akan melibatkan Badan Geologi supaya lebih aman, masyarakat yang tidak terkena dampak, tapi lokasinya masih rawan, maka akan kita tindaklanjuti walaupun saat ini tidak terkena longsor, itupun harus direlokasi,” jelas Suharyanto.
Kolaborasi antar lintas kementerian dan lembaga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana serta memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat telah memasuki hari ke tiga. Data sementara per Minggu (25/1) pukul 12.00 WIB tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan berhasil menemukan sembilan korban meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, selain korban meninggal dunia, terdapat 23 jiwa dilaporkan selamat dan belum ditemukan 81 jiwa, sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa. Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan.
“Terhadap 9 korban meninggal yang sudah terindentifikasi, 5 korban sudah diserah terimakan kepada pihak keluarga dan 4 orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI),” ujar Muhari.
Pengerahan alat berat juga telah dilakukan, namun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta pendataan rumah terdampak.(red)



