- Prajurit Kodam II/Sriwijaya dan Atlet Binaan Jasdam Borong Medali pada Kejurnas IPSI Sumsel Cup III
- Kejati Sumsel Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Korupsi KUR ke Penuntut Umum Kejari Muara Enim
- Satgas Binter Tangkap Truk dan Alat Ilegal Tapping, Barang Bukti Diserahkan ke Polisi
- Polres Banyuasin Musnahkan Barang Bukti 21,9 Kg Sabu
- Resmikan Jalan CSR PT OKI Pulp and Paper Mills, Gubernur dan Bupati Kompak "Pecah Kendi"
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM MEpid mengatakan, penyakit hepatitis misterius umumnya menyerang anak usia di bawah16 tahun. Menurut dia, ada satu atau lebih gejala seperti kuning, sakit perut akut, diare akut, mual/muntah, penurunan kesadaran/kejang, lesu/malaise, dan myalgia/arthralgia. “Bila ada anak umur di bawah 16 tahun mempunyai salah satu atau lebih gejala di atas akan ditetapkan sebagai probable case,” ungkap Yudhi kepada Simbur, Kamis (5/5).
Mengantisipasi penyakit tersebut, ungkap Yudhi, pihaknya akan melakukan pemantauan atas gejala yang dialami pasien di rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kota Palembang. “Akan dilakukan screening pada pasien yang datang ke rumah sakit dan puskesmas dengan keluhan di atas,” jelasnya seraya menambahkan, bagi pasien yang terinfeksi akan diambil tindakan medis lebih lanjut. “Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.
Yudhi menjelaskan, pihaknya juga akan berkoordinasi dan meneruskan rekomendasi dari pihak terkait dalam melakukan antisipasi “penyakit misterius” tersebut. “Dinkes (Kota Palembang) sudah meneruskan rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) untuk antisipasi,” tegasnya.
Ditanya apakah bakal ada gugus tugas dan update kasus harianĀ seperti Covid-19, dirinya menjawab belum. “Sementara belum,” tukasnya singkat.



