- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
Masih kata Julius, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat lebih memahami dan mengantisipasi penyebaran hepatitis akut ini. “IDAI perlu sosialisasi lagi agar masyarakat dapat lebih mengetahui apa itu penyakit hepatitis (akut). Bagaimana untuk mengetahui apabila ada yang kena hepatitis. Apa sikap kalau ada yang kena hepatitis akut ini dan cara mencegahnya. Artinya kami perlu sosialisasi lagi,” tegasnya.
IDAI Sumsel sendiri, lanjut Julius, selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan lembaga terkait. Terutama dalam penanganan penyakit yang berbahaya. “Kami selalu berkoordinasi dengan Dinkes. Koordinasinya bukan untuk saat ini saja. Mulai dari Covid-19 dan penyakit lainnya. Untuk kasus ini kami akan lebih intensif lagi koordinasinya,” ujarnya.
Ditanya pembentukan satgas hepatitis akut, Julius menjawab sampai saat ini belum ke arah sana. “Tapi kemungkinan nanti terpusat. Dari pengurus besar IDAI nanti akan memberi tahu. Satgasnya nanti seperti (penanganan) Covid-19. Ada satgas pusat. Ada yang namanya satgas provinsi. Ada update kasus harian karena teknologi digital sudah bagus, bisa cepat,” imbuhnya.



