- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bakal Tindak Truk Batu Bara yang Melintas di Jalan Umum
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur dan Wakil Gubernur Herman Deru dan Mawardi Yahya akan menyetop ribuan truk angkutan batu bara yang melintas di jalan umum dalam wilayah Sumatera Selatan. Pasangan gubernur terpilih itu tetap akan memenuhi komitmen dan janji program.
“Saya perintahkan staf dan dinas terkait segera menindaklanjuti perintah ini,” tegas Herman Deru saat menyampaikan pidato perdananya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/10) siang.
Suami Febrita Lustia inipun meminta dukungan masyarakat dan mendoakan HDMY agar dapat bekerja dengan baik. Herman Deru sangat berterima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan warga Sumsel kepadanya dan Mawardi Yahya untuk memimpin Sumsel lima tahun ke depan. Keduanya berjanji akan menjadikan provinsi ini maju dan sejahtera.
Suami Febrita Lustia mengungkapkan tiga makna penting yang ingin disampaikannya kepada masyarakat terkait pemilihan lokasi orasi perdananya.
Selain menghargai jasa pahlawan dan tokoh-tokoh yang sudah berjasa membangun Sumsel, pidato perdana ini sengaja digelar di tempat terbuka (Monpera) juga memiliki makna khusus.
Menurut dia, dengan digelar di tempat terbuka orasi ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh jajaran pemangku kebijakan dan masyarakat untuk berani terbuka dan apa adanya. Transparan dan tidak tertutup kepada masyarakat apalagi menutupi kebobrokan dan kepura-puraan.
“Pidato di Monpera digelar secara terbuka ini ada makna tersendiri. Artinya saya selaku Gubernur mengajak pemerintah dan masyarakat menjunjung keterbukaan. Begitupun kenapa saya memilih berpidato di depan Masjid Agung ini juga ada artinya. Saya mengajak kita semua senantiasa terikat dengan nilai-nilai agama. Ini penting karena akan menjadi panduan dalam menjalankan amanah memimpin Sumsel,” tegas mantan Bupati OKU Timur dua periode itu.
Selain mengajak warga dan pemerintahan menjunjung keterbukaan HDMY juga menyerukan ajakan bersatu. Dia meminta semua kalangan masyarakat melupakan perbedaan pilihan, menghapus luka duka dan menggantinya dengan rasa optimisme yang tinggi. “Sumsel tempat kita berpijak. Mari bangun, tata, perbaiki yang buruk dan sempurnakan yang sudah berjalan. Inilah saatnya bertekad bersama Bersatu Memajukan Sumsel,” ujarnya.
Selanjutnya, mengenai program-program teknis yang sudah disampaikannya dalam kampanye kata Herman Deru juga akan segera ditindaklanjuti secepat-cepatnya. “Kami kerjakan dengan penuh konsentrasi. Mungkin pada praktiknya akan ada penyesuaian di sana-sini tetapi prinsipnya bagaimana semua bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat Sumsel secara menyeluruh,” ujarnya.
Usai melakukan pidato perdananya, HDMY yang datang didampingi sang istri dan keluarga besar melanjutkan agendanya salat Zuhur perdana di Masjid Agung sebagai Gubernur Sumsel. (red/rel)



