- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Polda Sumsel Bakal Panggil Dosen yang Ingin Ditemui Terduga Teroris
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) segera memanggil dosen yang ingin ditemui dua terduga teroris Hery Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengky Satria alias Abu Ansor (39). Keduanya ditangkap Densus 88 di Km 5, Palembang, Senin (14/5) lalu.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan dosen tersebut harus disertai bukti dan fakta hukum, bukan hanya berdasarkan penjelasan dari terduga teroris. “Dosen akan dipanggil. Kalau ada bukti-bukti akan kami lakukan pemeriksaaan), tapi tidak hanya berdasarkan keterangan (terduga) saja,” ungkap Kapolda kepada sejumlah wartawan, Selasa (15/5).
Kapolda menambahkan, dosen tersebut akan dikonfirmasi sejauh mana keterlibatannya berdasarkan penjelasan si Abu Rahman. Menurutnya, Abu Rahman yang memberi penjelasan karena sebelumnya dia yang pernah ke Palembang menemui dosen tersebut, sedangkan Abu Ansor hanya ikut saja.
“Dosen belum dimintai keterangan. Kalau ada yang mengarah (terlibat) ke sana, baru (diperiksa). Apakah (dosen yang ingin ditemui) sebagai teman, supporting moril. Sejauh ini (terduga mengaku) hanya ingin membayar utang dan meminta maaf (kepada dosen) karena tidak bisa menikahi adiknya saat itu. Apakah kami percaya begitu saja, tentu fakta-fakta yang akan menentukan,” ungkap jenderal bintang dua ini tapi belum mengungkap nama dan identitas yang disebut terduga teroris.
Mantan Kapolda Riau ini mengatakan, yang membuat terang perkara, meski extraordinary crime, harus berdasarkan hukum. Masalah dosen senior yang disebut ingin ditemui terduga teroris kini sedang dikembangkan. Mungkin nanti, lanjut Kapolda, akan dikonfirmasi seperti yang disebut Abu Rahman.
“Dia ke Palembang ngaku akan ketemu dosen. Penangkapan sebagai upaya kepolisian untuk mencegah makanya belum ada bukti-bukti. Karena kami tidak tahu diskusi dan percakapan mereka, apakah ingin melakukan ‘amalia’ (aksi teror) atau tidak,” terangnya sembari meminta tokoh agama untuk menyadarkan terduga teroris. “Mereka termasuk paham salafi, menegakkan ajaran secara keras. Polisi disebutnya toghut,” ungkapnya.
Masih kata Kapolda, pihaknya terus berkoordinasi dengan Densus 88 agar tidak terjadi peledakan seperti di beberapa daerah. “Kami koordinasi dengan Densus. Kami backup penuh dengan kekuatan materil, perlengkapan dan personel yg kami miliki,” tegasnya.
Dia juga mohon support Densus terkait sel-sel teroris di Sumsel yang masih hidup. “Karena konsen bersama di sini akan ada Asian Games. Jangan sampai ada sel-sel yang bergerak saat pelaksanaannya.(tim)



