- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tongkat Komando Wali Kota Resmi Beralih, Gubernur Sumsel Banggakan Prabumulih
PALEMBANG – Tongkat komando pemerintahan Wali Kota Prabumulih resmi beralih ke tangan Richard Cahyadi. Saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Prabumulih, di Griya Agung Palembang, Minggu (13/5), Richard pun menyatakan siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Richard Cahyadi sebelumnya sudah ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Prabumulih menggantikan jabatan Walikota Prabumulih periode 2013-2018 yang sudah berakhir. Jabatan yang diemban Richard saat ini akan berakhir setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih terpilih dilantik.
Richard mengungkapkan, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin terus memberikan semangat kepadanya agar tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Tujuannya untuk menjadikan Prabumulih sebagai salah satu kota penunjang kemajuan Provinsi Sumatera Selatan.
Sehubungan dengan itu, Richard memaparkan rencana pembangunan Prabumulih ke depan. Dijelaskannya, masalah banjir telah diatasi dengan berkoordinasi serta memberikan permohonan kepada Menteri PUPR RI untuk melakukan normalisasi sungai. “Kami sudah bertemu dan memberikan permohonan kepada Menteri PUPR. Alhamdulillah sudah ada respons. Akhir tahun ini akan dilakukan normalisasi sungai agar tidak terjadi banjir,” terangnya.
Terkait Pilkada serentak pada Juni mendatang, Richard mengatakan, sebagai penjabat wali kota pada prinsipnya akan menjalankan roda pemerintahan dengan mengikuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) sesuai dengan perundangan dan ketentuan yang ditetapkan.
“Saya sebagai penjabat wali kota otomatis akan menfasilitasi yang berkaitan dengan Pilkada,” tegasnya.
Selain itu, lanjut dia, perkembangan pembangunan pasar tradisional modern Prabumulih, lulusan STPDN tahun 1998 itu mengatakan, pihaknya sudah mengambil beberapa langkah. Misalnya, melakukan kerja sama dengan Universitas Sriwijaya untuk melihat apakah bangunan yang dibangun sudah layak atau tidak. Ditegaskannya, semua tinggal menunggu hasil.
“Yang jelas, kalau masalah pasar, saya sudah membawa kerja sama dengan Unsri. Menyambut bulan suci Ramadan, saya sudah membuat relokasi pengalihan parkir dan pasar pagi yang akan digunakan secepatnya. Itu untuk menghindari kemacetan di Kota Prabumulih,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, kota Prabumulih merupakan penunjang ibu kota Sumsel. Menurutnya, apa yang terjadi di Palembang memengaruhi situasi di Prabumulih begitu juga sebaliknya. Untuk itu peran kota ini sangat penting.
Gubernur mengharapkan kepada Penjabat Walikota Prabumulih yang dilantik agar menjalankan tugas dengan baik dan mensukseskan dua agenda besar Sumsel Pilkada serentak dan Asian Games XVIII.
“Kepada Richard, saya tidak banyak memberikan arahan karena Anda memang sudah specialis sebagai penjabat bupati dan wali kota. Selain itu, karena Anda lulusan IPDN tentu sangat mengerti dengan urusan pemerintahan, tinggal tingkatkan saja koordinasi,” tegasnya. (adv)



