- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Puluhan Mahasiswa Jadi Korban
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Selasar tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta ambruk, Senin (15/1) sekitar pukul 12.10 WIB. Akibatnya, puluhan orang, termasuk mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang yang sedang melakukan kunjungan industri ke sana mengalami luka-luka.
Rektor Universitas Bina Darma Palembang, Prof Ir Bochari Rachman belum mengetahui jika mahasiswanya ikut menjadi korban. “Terus terang belum ada kabar kepada saya. Ada mahasiswa UBD katanya. Maaf, saya baru tahu dari Anda,” ungkap Rektor, dikonfirmasi Simbur, Senin (15/1).
Ditanya apakah mahasiswa akan langsung dipulangkan ke Palembang atau masih akan melanjutkan kegiatan, Bochari justru bingung karena belum mendapatkan laporan tentang kegiatan mahasiswanya. “Masa mahasiswa UBD di sana ya. Ada acara apa begitu. Terima kasih informasinya. Saya belum cek apakah ada mahasiswa UBD yang studi banding ke sana. Saya akan cek dulu karena terus terang belum ada (laporan) yang masuk ke saya,” jawabnya.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, seperti dilansir Jawapos mengatakan, ambruknya selasar lantai Mezanine menelan 20 korban. Mayoritas korban merupakan mahasiswa dari Palembang yang sedang melakukan kunjungan ke BEI. “Yang luka enggak sampai 20 orang. Saya angkat sebagian besar rata-rata mahasiswa dan rata-rata perempuan. Itu dari Palembang. Mereka lagi visit bursa biasa,” tuturnya seraya memastikan perdagangan saham tidak akan terganggu hari ini. “Sistem bursa tak terganggu sama sekali. Itu hanya kecelakaan fisik. Perdagangan berjalan on time,” ujarnya.(mrf/jp)



