- Ketua dan Bendahara Forum Kades Pagar Gunung Sudah Dikerangkeng 6 Bulan
- Agus Sempat Lolos Dicokok Polisi karena Dipagari Massa, Ade Hanya Bisa Pasrah Dicomot di Rumah
- Viral Video TKA Ilegal Asal Cina Kabur ke Hutan saat Dirazia, Kadisnakertrans Muba Buka Suara
- Terkumpul 25 Kantong Mayat, Terdata 17 Korban Tewas akibat Longsor di Bandung Barat
- Penerapan Manajemen Talenta ASN Melonjak hingga 200 Persen, Kepala BKN Diserang Video Palsu
Hujan Deras tapi Bendungan di OKU Timur malah Dibuka, Banjir Kiriman Tertinggi selama 20 Tahun Rendam OKI
JAKARTA, SIMBUR – Bencana banjir melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, pada Selasa (13/1). Peristiwa ini berdampak pada 3.656 kepala keluarga (KK). Hal itu diungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari PhD.
Muhari mengatakan, hingga saat ini, sebanyak 3.656 unit rumah di tiga kecamatan, yaitu Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji, masih terendam banjir dengan tinggi muka air antara 20 hingga 60 sentimeter. “Penanganan darurat masih terus berlangsung di lapangan dalam status Siaga Darurat Provinsi yang berlaku hingga 30 April 2026,” ungkap Muhari, Kamis (15/1).
Pihaknya, lanjut Muhari, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. “Mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” ujarnya.
Diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sejak Jumat malam (9 Januari 2026). Hujan menyebabkan banjir di empat kecamatan, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.
Pemerintah Kabupaten OKI bergerak cepat menyikapi kondisi tersebut. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim gabungan langsung diturunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga.
Kepala BPBD OKI Listiadi Martin mengatakan, banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah hulu. Melubernya Bendungan Over Komering di Kabupaten OKU Timur turut mempercepat naiknya debit air di wilayah OKI. “Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” kata Listiadi.
Dua kecamatan yang paling parah terdampak banjir adalah Lempuing dan Lempuing Jaya. Di Kecamatan Lempuing, banjir merendam 10 desa dengan total 1.774 kepala keluarga (KK) terdampak. Desa Tebing Suluh menjadi wilayah dengan kondisi terparah. Selain permukiman, banjir juga menggenangi sawah seluas sekitar 1.540 hektare dan kebun warga seluas 545 hektare. Sementara di Kecamatan Lempuing Jaya, banjir melanda 10 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.616 KK.



