- Ketua dan Bendahara Forum Kades Pagar Gunung Sudah Dikerangkeng 6 Bulan
- Agus Sempat Lolos Dicokok Polisi karena Dipagari Massa, Ade Hanya Bisa Pasrah Dicomot di Rumah
- Viral Video TKA Ilegal Asal Cina Kabur ke Hutan saat Dirazia, Kadisnakertrans Muba Buka Suara
- Terkumpul 25 Kantong Mayat, Terdata 17 Korban Tewas akibat Longsor di Bandung Barat
- Penerapan Manajemen Talenta ASN Melonjak hingga 200 Persen, Kepala BKN Diserang Video Palsu
Sumsel Kembali Salurkan Bantuan Korban Bencana Sumatera
PALEMBANG, SIMBUR — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H Herman Deru bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis secara resmi melepas bantuan kemanusiaan untuk korban bencana hidrometeorologi di tiga provinsi meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Pelepasan armada pengiriman bantuan bertempat di Markas Kodam II Sriwijaya, Jumat (9/1).
Pelepasan bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI, dan masyarakat Sumsel terhadap saudara-saudara di wilayah Sumatera yang tengah dilanda musibah bencana alam. Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini lahir dari naluri kemanusiaan yang harus selalu dijaga, terutama ketika bencana melanda wilayah lain di tanah air.
“Ini adalah naluri kemanusiaan. Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tetapi bisa membantu dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan saudara-saudara kita,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera, termasuk Aceh, memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Adapun bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, pakaian, tenda, air mineral, serta biskuit untuk menunjang kebutuhan korban di lokasi terdampak.
Herman Deru memastikan bahwa bantuan tidak berhenti pada pengiriman kali ini saja, melainkan akan terus disalurkan hingga masyarakat Aceh Tamiang benar-benar pulih dan bangkit dari dampak bencana. “Setiap gerak kita dalam mendistribusikan bantuan adalah gerak kemanusiaan. Kita doakan tidak ada korban jiwa dan saudara-saudara kita bisa segera bangkit, baik secara fisik maupun psikologis,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya menyampaikan bahwa bencana yang melanda Aceh Tamiang telah mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat secara luas. Beliau menegaskan bahwa kondisi minimnya ketersediaan bantuan di lokasi bencana harus segera ditangani secara cepat dan tepat agar dampak sosial yang dirasakan warga tidak semakin berlarut-larut.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa pengiriman bantuan ini adalah kewajiban moral sebagai sesama anak bangsa untuk saling menguatkan di masa sulit. Melalui aksi ini, Kodam II/Sriwijaya ingin membuktikan bahwa TNI tidak hanya berdiri sebagai garda pertahanan negara. TNI juga hadir sebagai bagian dari solusi dalam misi kemanusiaan dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui perhatian pada pendidikan anak-anak korban bencana.
“Kita adalah negara kesatuan. Apa yang dirasakan saudara kita, turut kita rasakan. Kodam II Sriwijaya akan terus bersinergi untuk memberikan solusi,” ujarnya.
Bantuan kemanusiaan ini tercatat sebagai pengiriman kelima yang dilakukan oleh Pemprov Sumsel bersama jajaran TNI untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera.
Bantuan yang dikirimkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan fasilitas pendukung hidup yang meliputi beras, air mineral, roti, biskuit, serta mie instan. Selain logistik pangan, dikirimkan pula perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, dan mukena, pakaian layak pakai, perangkat alat tulis untuk mendukung pendidikan anak-anak, hingga unit solar cell sebagai sumber energi alternatif di lokasi bencana dan Bantuan Tenda sebagai penampungan sementara.(red)



