- Satu Korban Tewas dan Satu Warga dalam Pencarian akibat Banjir Bandang di Solok
- Tinjau Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
- SMSI Sumsel Lantik Pengurus Delapan Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029
- Diguyur Banpres, OKI dan Muba Respons Penanganan Karhutla
- Pangdam II/Sriwijaya Lepas 4.000 Pelari Fun Run 5K dan Hadiri Pasar Murah
Perahu Disapu Ombak, Korban Ditemukan di Sungai Ogan
PALEMBANG, SIMBUR – Sebuah perahu yang ditumpangi satu keluarga mengalami musibah. Perahu karam usah disapu ombak Sungai Ogan, di Desa Lubuk Keliat, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, terjadi Rabu (5/6/24) pukul 05.30 WIB.
Informasi tersebut diterima sekitar pukul 09.30 WIB. Kejadiannya pada Rabu sekitar pukul 05.30 WIB, korban Nuraini (59) bersama anak dan suaminya, tengah menuju ke sawah, dengan menaiki perahu. Selagi ditengah sungai perahu ymereka berpapasan, dengan perahu lain yang melaju dengan kencang.
Sehingga menimbulkan ombak tinggi, membuat perahu yang dinaiki korban oleng dan karam. Akibatnyakorban beserta suami dan anaknya terlempar ke Sungai Ogan. Dimana sang suami dan anaknya berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke tepi sungai, sementara korban hilang terseret arus.
Raymod Konstantine SE Kepala Basarnas Palembang mengatakan Tim Sar melakukan pencarian dengan dibagi 2 RSU.
SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat. Sedangkan SRU 2 dimungkinkan akan melakukan penyelaman di lokasi awal kejadian serta lokasi-lokasi yang dicurigai.
Pencarian hari kedua ini, Basarnas Sumsel
akhirnya menemukan korban Nuraini (59) sekitar pukul 07.45 WIB. Pertama kali ditemukan warga yang akan pergi kesawah, posisi mengapung di pinggir sungai tepatnya di Ulak Saidin, Desa Embancang Kecamatan Lubuk Keliat atau sekitar radius 2 KM dari lokasi awal korban kejadian dalam keadaan meninggal dunia.
“Selanjutnya korban kita evakuasi dan dibawa kerumah duka untuk dilakukan proses pemakaman. Dengan ditemukannya korban maka operasi Sar dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur Sar yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya,” tukas Raymond Konstantine. (nrd)



