- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Pelajar SMP Tewas Tenggelam, Ditemukan di Rumput Dasar Rawa
PALEMBANG, SIMBUR – Seorang siswa pelajar SMP Negeri 1, MF (15) hanyut terseret derasnya arus sungai di perairan rawa. Kejadian di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, kemarin Minggu (17/3) sore.
Warga Desa Tanjung Dayang Selatan, Kecamatan Inderalaya Selatan, mengalami musibah itu pada minggu (17/3/24) sekitar pukul 17.15 WIB. Sewaktu korban bersama tiga temannya mandi di Perairan Rawa Desa Tanjung Laut, Kecamatan Tanjung Batu.
Diduga derasnya arus air membuat korban hanyut. Melihat korban hanyut, teman korban berusaha untuk menolong dengan menarik tangan korban. Tapi karena derasnya arus, tangan korban terlepas dan hilang.
Kepala Basarnas Palembang Raymond Konstantin SE, berbekal informasi tersebut, segera merespons dengan memerintahkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan Sar air untuk berangkat menuju lokasi kejadian.
“Pencarian hari ini Senin (18/3/24) merupakan pencarian hari kedua, dimana untuk proses pencarian sudah kami mulai sejak pukul 07.00 WIab, tbersama dengan potensi Sar. Pencarian dilakukan dengan membagi Tim Sar gabungan menjadi dua 2 SRU. SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet, dan perahu-perahu masyarakat,” beber Raymon.
Sedangkan SRU 2 akan melakukan penyelaman dilokasi awal kejadian serta lokasi-lokasi yang dicurigai adanya korban. Dia berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan ini dapat membuahkan hasil.
Kepala Basarnas Palembang Raymond Konstantin SE didampingi Kasubsi Operasinya Manca Rahwanto menegaskan korban MF sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, pada Senin (18/3) siang.
“Pencarian hari ke dua, membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.30 WIB korban kita temukan tak jauh dari lokasi awal kejadian, posisi korban tersangkut di ganggang air dan rerumputan di dasar rawa dalam keadaan meninggal dunia,” cetus Manca.
Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa kerumah duka. Dengan ditemukannya korban maka operasi Sar dinyatakan selesai dan ditutup. (nrd)



