- Satu Korban Hilang Ditemukan, Wapres Gibran Tinjau Banjir Bandang Solok
- Jelang HUT Ke-81 TNI, Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Ziarah Palagan Utama di Monpera Palembang
- Satu Korban Tewas dan Satu Warga dalam Pencarian akibat Banjir Bandang di Solok
- Tinjau Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
- SMSI Sumsel Lantik Pengurus Delapan Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029
Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
# Pemprov Sumsel Fasilitasi Kebutuhan Keluarga Korban
PALEMBANG, SIMBUR — Kecelakaan maut terjadi antara bus ALS nopol BK-7778-DL dan truk tangki R6 nopol BG-8196-QB yang mengangkut minyak milik PT Seleraya. Nahas itu terjadi di wilayah Musi Rawas Utara pada Rabu (6/5). Informasi yang dihimpun, total korban sebanyak 20 orang. Terdiri dari 16 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 1 orang luka ringan.
Gubernur Dr. H. Herman Deru memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan memfasilitasi kebutuhan keluarga korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki selama proses identifikasi berlangsung di RS Bhayangkara Palembang. Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menjenguk keluarga korban kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (7/5).
Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Ia juga berdialog dengan sejumlah keluarga korban untuk mengetahui asal daerah serta tujuan perjalanan mereka. “Bapak dari mana, mau ke mana?” tanya Herman Deru kepada salah satu keluarga korban.
Pria tersebut menjawab dirinya berasal dari Way Tuba dan hendak menuju Medan. Herman Deru menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan menanggung kebutuhan keluarga korban selama menunggu proses identifikasi selesai dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). “Kalau sampai selesai identifikasi, makan, minum, dan tempat tinggal keluarga korban akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” tegasnya.



