- Ratusan Pasis Sesko TNI Dibekali Strategi Penguatan Posko Komando Bencana di Tanah Air
- Meracik Fondasi PFII, Regulasi, Modal Asing, dan Peran Bank Daerah
- Pangdam II/Sriwijaya Siap Pacu Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih hingga Pelosok Desa
- Konferkab PWI OKU Selatan Ricuh, Peserta Walk Out Massal
- Konflik Organisasi Pusat Memanas, BEM Kampus Guru di Palembang malah Segel Rektorat
Jelajah Jalur Pansela, Menatap Mata Pencaharian Rakyat untuk Bertahan Hidup Puluhan Tahun
Ayam Kejaksaan Plus Sambal Jontor Goda Pelancong Goyang Lidah

Masakan Ayam Kejaksaan Sambal Jontor menjadi menu alternatif bagi wisatawan yang melintas di Jl Kejaksaan Kota Bandung. Warung makan tersebut dikelola sendiri pemilik usahanya, Rini (49) biasa dipanggil Teh Rini.
Rini mengatakan, menu kulinernya dinamakan demikian karena berada di Jl Kejaksaan. “Asalnya mah Warung Ayam Goreng Teh Rini, nama saya. Sambal jontor itu pedas. Biar terkenal karena di Jl Kejaksaan, makanya diberi nama Ayam Kejaksaan,” ujar Rini, Senin (25/9).
Menurut dia, menu yang dijual bukan ayam goreng tapi sambalnya yang khas. “Kalau ayam goreng di mana-mana ada yang jual tapi sambalnya yang khas, jontor,” ungkapnya.
Selain ayam goreng, Teh Rini dulu juga menyediakan pepes ikan, sate usus, fresto bandeng dan lainnya. “Karena tidak bisa mengandalkan karyawan bank yang beli tapi orang-orang yang lewat,” kata dia.
Lanjut dia, saat ini hanya mempekerjakan karyawan perempuan. “Bisa menggantikan jika saya tidak ada dapat membantu menutup warung,” katanya.
Rini mengaku berjualan di sana sudah empat bulan. Dia pernah berjualan di tempat lain sebelum pindah ke kawasan tersebut dan menjadi mitra binaan bank daerah setempat. “Karena sewanya mahal, makanya pindah ke sini.
Menurut Rini, usaha kuliner konvensional mulai tergerus pasar digital. “Repotnya lagi usaha kuliner kayak restoran sekarang kalah sama online. Kalau diipromosikan di tiktok misalnya biasa banyak yang beli. Kalau tidak ya senyantol-nyantolnya saja,” tutupnya.



