Sungai Batanghari Leko Meluap, Banjir Rendam 390 Rumah di Musi Banyuasin

JAKARTA, SIMBUR – Sungai Batang Hari Leko yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan meluap. Akibatnya terjadi banjir di permukiman warga pada Selasa (16/11) sore. Adapun permukiman warga yang terdampak adalah Desa Petaling, Kecamatan Lais.

“Merujuk laporan Pusdalops BNPB pada Rabu (17/11) pukul 10.00 WIB, terdapat 390 kepala keluarga dan 390 unit rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) 70 hingga 100 sentimeter,” ujar Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (17/11).

Menurut Muhari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin terus mengupayakan percepatan penanganan banjir dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bekerja sama dengan unsur TNI/Polri dan perangkat daerah setempat untuk melakukan evakuasi, memberikan bantuan logistik kepada masyarakat dan perahu untuk menunjang aktifitas masyarakat. “Selain itu juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa terkait untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada Kamis (18/11) terdapat adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat / petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hinga sore hari di wilayah Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Muara Enim, Lahat, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara dan Empat Lawang. Sementara itu pada malam hingga dini hari di wilayah Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, Palembang dan Penukal Abab Lematang Ilir.

Selanjutnya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat / petir dan angin kencang berdurasi singkat pada Jumat (19/11) malam hingga dini hari di wilayah Muara Enim, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.

Analisis inaRISK menunjukan Kabupaten Musi Banyuasin memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Melihat hal tersebut BNPB mengimbau kepada para pemangku kepentingan di daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina yang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2022.

Lebih lanjut, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan pengetahuan tentang kesiapsiagaan, antara lain memahami rute evakuasi, jika banjir sudah terjadi agar mewaspadai adanya saluran air dan lubang yang dapat menyebabkan terperosok, serta menghindari adanya sengatan listrik dengan mematikan sumber listrik. “Kemudian mengantisipasi adanya banjir susulan dengan terus memperhatikan informasi resmi dari BPBD maupun dinas terkait di daerah masing-masing,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Muba yang menangani masalah terkait belum berhasil dikonfirmasi. Meski demikian, media ini berusaha terus menghubungi sejumlah narasumber mengenai bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin khususnya, Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.

 

Sisi Barat Rawan Longsor, Timur Rentan Banjir

 

Sementara itu, apel kesiapsiagaan personel digelar, Senin (15/11) di Lapangan Tembak, Jakabaring Sport City Palembang. Peralatan operasi dan pendukung menangani bencana juga disiapkan. Diperiksa agar cepat, tepat guna, dan efektif.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengingatkan segenap pihak agar siaga menghadapi bencana alam di musim penghujan seperti tanah longsor dan banjir. “Alangkah baiknya bersiap siaga menghadapi bencana alam. Kami tahu bahwa di sisi barat Lahat dan Muara Enim rawan tanah longsor. Di sisi timur, Banyuasin dan Palembang rawan banjir. Tujuan apel ini melihat kesiapan Sumsel menangani bencana,” harap Deru.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, apel siaga bencana alam ini melibatkan sebanyak 8 ribu personel gabungan. Kerja tim gabungan ini akan didukung peralatan khusus, baik ekskavator, kapal karet, dan mobil rantis bencana.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto SH menegaskan, TNI-Polri bersiap membantu penanggulangan dan penanganan bencana alam ini. “Masyarakat yang berada dan tinggal di daerah rawan agar senantiasa siaga, baik dalam penanganan hingga evakuasi. Lebih baik siap tetapi tidak terjadi ketimbang tidak siap tetapi terjadi,” cetusnya.(red/nrd)