- Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel
- Sebelas Detik Mengubah Makna: Ketika Algoritma Mengalahkan Fakta
- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
Dua Orang PDP Covid-19 di Sumsel Meninggal
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengonfirmasikan ada dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumatera Selatan yang meninggal dunia pada Senin (23/3) pagi. Meski demikian, Gubernur belum dapat memastikan kedua orang PDP yang meninggal tersebut positif atau negatif terpapar Covid 19.
“Jadi memang benar ada dua PDP yang meninggal dunia. Belum diketahui penyebab meninggalnya karena apa. Sebab yang berwenang mengeluarkan hasil tes pemeriksaan laboratorium adalah Balitbangkes Kementerian Kesehatan. Sesuai anjuran dari Satgas dan Dinkes pemakaman kedua PDP tersebut diselenggarakan layaknya orang yang terkena Covid 19”, tegas Gubernur saat jumpa pers di hadapan awak media di lobi depan kantor Gubernur, Senin (23/3) pagi.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur kembali menekankan kepada seluruh warga Sumsel untuk tetap tenang, tidak panik, dan menjaga stamina tubuh dengan mengonsumsi asupan makanan yang sehat dan bergizi, juga mengonsumsi vitamin, dan melakukan pembatasan jarak (social distancing) serta rutin mencuci tangan.
Dia juga berjanji tidak akan menutup-nutupi hasil tes pemeriksaan laboratorium dua orang PDP yang meninggal pada hari ini apa pun hasil pemeriksaan tersebut dan segera akan disampaikan pada publik. “Pemprov sudah menyediakan RS bagi perawatan pasien Covid 19. Di RSMH ada 24 ruang isolasi sebagai RS rujukan utama. Kita juga sediakan di RS second line yaitu di RSUD Siti Fatimah dan RSUD Ernaldi Bahar. Bahkan kita juga siapkan wisma atlet dan asrama haji untuk antisipasi pasien Covid 19. Selain itu,dr sesuai arahan Presiden, nanti kita juga akan adakan tes massal Covid 19. Para kepala daerah membuat kebijakan, namun yang berhak menentukan di sasaran tentunya para dokter,” tandasnya.
Gubernur juga menyampaikan terkait kegiatan yang melibatkan masa yang telah terjadwal jauh sebelum terjadi pandemi Covid 19 agar dijadwalkan ulang kembali serta menghimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan masa. “Hari ini saya akan buat edaran kepada Bupati/Walikota agar mengevaluasi tempat-tempat hiburan yang berpotensi menimbulkan keramaian,” katanya.
Sedangkan untuk jam kerja ASN di lingkungan pemprov Sumsel, HD menjelaskan hal itu diserahkan pada Satker masing-masing untuk mengevaluasinya sesuai dengan kebutuhan yang ada. “Hari ini kita lakukan penyemprotan desinfektan di kantor Gubernur Sumsel sebagai langkah antisipasi Covid 19,” ujarnya.
Adapun jubir Satgas Covid 19 dr. Ahmad Zen mengungkapkan 2 PDP yang meninggal pada hari ini dalam waktu yang berurutan keduanya memiliki penyakit menetap diabetes melitus. “Dua orang PDP yang meninggal ini, satu warga Palembang. Satunya pasien rujukan dari Prabumulih. Dugaan meninggal belum bisa kami konfirm karena hasil pemeriksaannya belum ada,” jelasnya.
Ia menambahkan hingga saat ini secara keseluruhan tercatat ada 13 ODP di RSMH, 6 orang telah dipulangkan. Dua PDP meninggal dunia pada hari ini, dan masih ada lima orang PDP yang menjalani perawatan.(kbs)



