- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Perbaikan Jembatan Musi II Ditarget Rampung Awal April
PALEMBANG, SIMBUR – Kerusakan Jembatan Musi II Palembang akibat termakan usia menjadi perhatian serius Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Karena itu, Gubernur meninjau langsung jembatan yang dibangun tahun 1990 dengan sistem rangka tersebut. Peninjauan itu dilakukan Minggu (22/3) guna melihat kondisi serta memastikan terget penyelesaian jembatan yang keberadaannya cukup vital bagi masyarakat ini.
“Saya ingin memastikan langsung kebenaran target penyelesaiannya. Karena saat hari pertama masuknya laporan kerusakan tersebut Dinas Pekerjaan Umum langsung bergerak cepat,” katanya disela peninjauannya.
Menurut Gubernur, berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum, target penyelesaian perbaikan jembatan tersebut memakan waktu 14 hari. “Artinya Minggu pertama April nanti sudah dapat digunakan kembali. Apalagi nanti arus mudik lebaran, tentunya jembatan ini sangat dibutuhkan,” tuturnya.
Setelah melihat langsung progresnya, dia memastikan perbaikan jembatan itu akan tepat waktu. “Saya yakini selesai sesuai target tapi ini harus terus dipantau,” terangnya.
Diketahui, rusaknya jembatan tersebut akibat lepasnya baut penahan pelat jembatan karena termakan usia. Dimana kerusakan terjadi di satu segmen sepanjang kurang lebih 5 meter. Selain meninjau jembatan Musi II, HD menyempatkan diri meninjau Jalan Tegal Binangun yang sudah sejak lama mengalami kerusakan. “Provinsi yang ambil alih karena sebelumnya ada perdebatan batas antara kota dan kabupaten,” teranganya.
Perbaikan sendiri, lanjutnya, akan dilakukan dalam waktu dekat dengan pendanaan sekitar Rp10 miliar. “Kami menanggapi keluhan masyarakat. Akan lakukan perbaikan dengan pendanaan sekitar Rp10 miliar. Perbaikan tentu jangan sampai juga mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya.(kbs)



