- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Gencarkan Razia Penyakit Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru
PALEMBANG, SIMBUR – Tim gabungan dari Sat Pol PP Provinsi Sumsel, TNI dan Polri terus memberantas perbuatan yang menjurus pada penyakit masyarakat (pekat). Razia dimaksudkan guna menciptkan kondisi yang aman dan kondusif di Sumsel. Terutama menjelang perayaan Natal dan tahun baru.
Menciptakan rasa aman dan kondusif wilayah, tim gabungan melakukan razia di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat yang digunakan oknum masyarakat untuk berbuat maksiat. Di antaranya hotel, penginapan, panti pijat dan sejumlah tempat hiburan malam. Dalam razia yang digelar pada, Selasa (10/12) pukul 22.00 Wib hingga, Rabu (11/12) dini hari itu, aparat yang dipimpin langsung Kasat Pol PP Provinsi Sumsel Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Provinsi Sumsel H. Aris Saputra, S.Sos, M.Si berhasil mengamankan sejumlah pasangan yang diduga bukan suami istri, berikut 23 orang lainnya tanpa mengantongi indentitas, termasuk warga negara asing (WNA). Satu orang oknum warga lagi kedapatan membawa narkoba.
“Saat razia kami berhasil mengamankan tujuh pasangan yang diduga bukan suami istri berduaan dalam kamar. Mereka sudah kami angkut untuk didata di Kantor Pol PP. Jika masih di bawah umur, kami akan panggil orang tuanya,” ungkap Aris.
Dia menyebutkan, melalui razia yang rutin digelar diharapkan dapat menjadi perhatian bagi sejumlah pemilik usaha penginapan, hotel, tempat hiburan atau panti pijat agar menjalankan usahanya dengan benar dan legal. Tujuannya tidak lain untuk menekan terjadinya kejahatan yang dapat menggangu ketentraman masyarakat.
“Razia sengaja kami gelar secara acak. Bahkan dalam razia kita berhasil mengamankan sejumlah orang WNA yang tidak mengantongi identitas yang tengah santai di salah satu kafe. Setelah digeledah tidak dapat menunjukan kartu indentitas,” tambahnya.
Sebelum melakukan razia, Aris mengaharapkan anak buahnya untuk melakukan razia dengan santun dan mengendepankan etika dan tatakrama sebagai aparat penegak Perda dan kebijakan pemerintah daerah yang memiliki integritas yang baik. (kbs)



