Sistem Online Permudah Izin Praktik

PALEMBANG, SIMBUR – Pemanfaatan teknologi digital saat ini ikut memengaruhi orientasi dari pola hidup manusia di berbagai aspek. Diantaranya pengurusan berbagai surat izin yang dilakukan oleh banyak stakeholder dengan bekerjasama dengan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada aspek kesehatan pun hampir semua urusan termasuk surat izin praktik (SIP) dokter yang tadinya dilakukan dengan sistem manual, kini sudah mulai memanfaatkan teknologi digital dan sistem online. Hal tersebut sudah dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang yang bekerjasama Konsil Kedokteran dalam hal penerbitan SIP dan validasi surat tanda registrasi (STR).

Dekan Fakultasi Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), dr Syarif Husin MS menyambut baik perubahan sistem dan regulasi dalam penerbitan SIP bagi dokter yang ada di Palembang. “Sebenarnya itu ranahnya (lembaga) profesi seperti Ikatan Dokter Indonesai (IDI) dan KKI, dalam rangka menyempurnakan regulasi berkaitan dengan aspek profesi. Kami dari FK Unsri menyiapkan SDM nya, dan sudah tentu SDM itu harus mengikuti aturan yang berlaku di ranah profesi,” ujarnya kepada Simbur di gedung Graha Sriwijaya Unsri, beberapa waktu lalu.

Dengan sistem tersebut, diharapkan akan memberi kemudahan bagi para tenaga medis dan dokter dalam tindakan medisnya serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Harapannya, memudahkan karena (ada) aturan harus (hanya) tiga tempat (praktik), STR harus diperbaharui. Oleh karena itu, sistem-sistem online tadi memudahkan (proses). Namun, selengkapnya karena itu ranah profesi, kami menganjurkan  ke IDI dan KKI. kalau FK hanya menyediakan alumninya saja (sarjana kedokteran),” jelas dr Syarif.

Selain SIP, Dekan juga memastikan pengaruh penting STR bagi akreditasi sebuah rumah sakit. “Iya, harus. Kewajiban itu. tapi tidak tepat saya menjawabnya, karena saya di ranah pendidikan,” pungkasnya.

Dekan menawarkan alumni FK Unsri yang andal untuk membantu pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit yang ada di Sumatera Selatan. “Dalam ranah kebutuhan tenaga medis dan dokter di rumah sakit, kami bersama stakeholder lain mengerahkan para alumni FK dengan (menyesuaikan) regulasi dari pemerintah daerah (Pemda) setempat. Kami menawarkan alumni FK yang kompetensinya sudah handal. Tinggal regulasi dari Pemda setempat dan secara umum Pemprov Sumsel,” ujarnya usai Dies Natalis ke-57 FK Unsri di gedung Graha Sriwijaya Unsri.

Dipastikan, FK Unsri akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal sesuai dengan kurikulum yang dievaluasi setiap tahunnya. Dengan begitu, kompetensi tersebut dapat terpenuhi dan menjadi handal dalam pelayanan kesehatan khususnya di Sumsel.
“Seperti tema kali ini yaitu tantangan pelayanan kesehatan di era revolusi industri 4.0, FK Unsri bersama stakeholder lain dan rumah sakit di wilayah Sumsel (diharapkan) untuk mengembangkan Academic Health System (AHS),” ujarnya.

Dia mengajak agar semua rumah sakit di Sumsel meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan model AHS. Civitas akademika FK Unsri juga memberi penghargaan kepada para dosen yang sudah memasuki masa purnabakti.

“Kami memberikan penghargaan bagi dosen-dosen FK Unsri yang memasuki masa purnabakti, dan hal itu dilakukan rutin setiap tahun kepada para guru kami atas jasa-jasa mereka selama mengajar di FK Unsri. Setiap tahun juga kami mengusulkan dosen-dosen baru,” ujar Dekan.(tim)