Jalur Darat Masih Jadi Primadona Pemudik

PALEMBANG, SIMBUR – Angkutan darat diprediksi akan menjadi favorit bagi pemudik khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel) pada lebaran tahun ini. Pasalnya, selain kenaikan tarif angkutan udara, ruas tol Bakauheni-Palembang sudah mulai difungsikan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nelson Firdaus usai melakukan rapat apel gelar kesiapan angkutan lebaran, di kantor Dishub Sumsel, belum lama ini.

“Untuk kesiapan armada angkutan, dari Dishub sudah siap. Jelasnya dengan stakeholder terkait, akan ada penambahan-penambahan (personil) itu sehubungan dengan diresmikannya tol Bakaheuni-Palembang. Jalur darat kelihatannya akan menjadi favorit masyarakat, ditambah lagi jalan tol sudah mulai fungsional,” ujarnya sembari menambahkan jika pihaknya akan mengelar pasukan (personil) mulai tanggal 28 Mei mendatang dengan total jumlah 1.917 personrl dari 76 posko yang disiapkan.

“Dari beberapa ruas yang ada itu sudah fungsional, tapi ada beberapa ruas yang memang masih (berupa) tanah yang panjangnya kurang lebih empat kilometer,” jelasnya menambahkan.

Terkait peningkatan jumlah penumpang pada arus mudik tahun ini, Nelson mengatakan akan terjadi peningkatan minimal lima atau sepuluh persen dari tahun sebelumnya.

“Kenaikan penumpang angkutan jalan diprediksi minimal sekitar 10 persen, angkutan laut dan kereta api diprediksi naik lima persen dibanding tahun lalu. Hal itu dikarenakan biaya angkutan udara cukup tinggi, sehingga kami memprediksi angkutan darat, kapal penyeberangan, dan kereta api akan mengalami peningkatan,” ungkapnya seraya menambahkan jika jumlah armada bus besar berjumlah 272 unit, bus sedang 225 unit, dan bus kecil 63. Dengan total jumlah seat keseluruhan 16.060 seat.

”Untuk kapal penyeberangan, kami menyiapkan delapan kapal. Jika terjadi penumpukan penumpang, maka bukan kapalnya yang ditambah melainkan frekuensi perjalanan kapalnya yang selama ini enam kali keberangkatan per hari,” tambahnya.

Saat ditanyakan tentang izin angkutan barang melintas di jalan-jalan provinsi, Nelson belum mengetahui hal tersebut sebab sedang menunggu petunjuk dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kami belum mendapat petunjuk batasan kapan (truk besar) tidak melintas. Karena dalam dua tahun terakhir ini yang diatur untuk angkutan barang itu di pulau Jawa dan Sumatera. Memang katanya ada, tetapi sampai sekarang belum ada petunjuk dari Kementerian Perhubungan,” ujar Nelson.

Saat arus mudik maupun balik, seringkali terjadi kecelakaan yang tidak sedikit merenggut nyawa pengendara maupun penumpang jasa angkutan umum. Untuk itu, perlu diperhatikan kesiapan fisik kendaraan dan terpenting fisik pengendaranya.

“Untuk kendaraan umum kami melakukan ramcek baik untuk kendaraan AKAP, antar provinsi, maupun dalam provinsi. Saat ini, ramcek sudah sedang berjalan. Disamping itu juga, kami akan bekerjasama dengan pihak-pihak lainnya agar sebelum berangkat, dilakukan tes kesehatan bagi para supir. Hal itu untuk mengetahui keadaan fisik kesehatannya, maupun terkait jangan sampai mereka menggunakan obat-obatan terlarang dalam menjalankan kendaraannya,” ungkap Nelson.

Terkait pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, Nelson menyarankan untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua dalam perjalanan jauh. “Kami menyarankan daripada naik motor, lebih enaknya (aman) menggunakan kendaraan umum,” harapnya.

Mengenai arus mudik dan arus balik, Sumsel tidak terlepas dari daerah rawan longsor, banjir dan kecelakaan. Untuk diketahui, lokasi rawan longsor dan kecelakaan berada di Sugi Waras –batas Kabupaten Lahat, Tebing Tinggi–Tanjung Raya, Tanjung Raya–Batas Provinsi Bengkulu, Pagar Alam–Tanjung Raya, Talang Padang–Padang Tepong, Muara Siban–Simpang Embacang.

Untuk lokasi rawan longsor berada di Desa Banuayu–Kabupaten OKU, Simpang  Martapura–Muara Dua, Simpang Campang–Ujan Mas, Ujan Mas–Batas Bengkulu, Muara Dua–Kota Batu, Desa Beruge–MUBA, tikungan Indikat dan tikungan Lematang Pagaralam.

Untuk lokasi pasar tumpah berada di Pasar Indralaya Ogan Ilir, Pasar Tugu Mulyo OKI, Pasar Sungai Lilin/Bayung Lincir MUBA, Pasar Padang Tepong Empat Lawang, Pasar Pendopo Empat Lawang, Pasar Jarai Lahat, Pasar Tebing Tinggi Empat Lawang.

Sementara, lokasi rawan macet di Palembang berada di bundaran air mancur Masjid Agung, Jl. Demang Lebar Daun, Jl. Angkatan 45, Simpang Empat RS Charitas, bundaran Pasar Cinde, Jl. Kol H Burlian pasar KM 5. Untuk daerah macet di lintas timur diprediksi terjadi di Jalan Indralaya Ogan Ilir, Betung Banyuasin, Sungai Lilin MUBA. Di lintas tengah ada Pasar Prabumulih, Muara Enim, Martapura OKUT. Sementara, lokasi banjir di Sumsel dipredikasi hanya terjadi di Sanga Desa Sekayu dan Desa Epil Sekayu. (dfn)