- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Libatkan 160.335 Personel Gabungan, 5.000 Siaga di Sumsel
PALEMBANG, SIMBUR – Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi Tahun 2019 berlangsung di lapangan Mapolresta Palembang, Selasa (28/5). Operasi mulai Rabu (29/5) dini hari hingga Senin (10/6) nanti memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Operasi Ketupat Tahun 2019 akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun 2019. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks,” ucap Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah selaku inspektur upacara menyampaikan sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Apel yang mengambil tema ”Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2019 kita tingkatkan sinergitas Polri dan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idulfitri 1440 H di wilayah Kota Palembang. Operasi Ketupat 2019 akan diselenggarakan di 34 Polda dengan 11 Polda prioritas, yaitu Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatra Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali, dan Polda Papua.
“Operasi akan melibatkan 160.335 personel gabungan, terdiri 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.913 personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan”, jelasnya.
Dalam Operasi Ketupat 2019 ini akan digelar 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan Kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. “Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata”, katanya.
Analisis dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2018 menujukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik. Koordinasi dan kerja sama sinergis seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Operasi juga mendapatkan apresiasi positif dari publik. “Saya memiliki keyakinan dan harapan bahwa keberhasilan yang telah diraih dalam Operasi Ketupat Tahun 2018 akan dapat ditingkatkan di tahun 2019 ini. Polri didukung TNI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, akan bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber daya dalam pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019,” pungkasnya.
Hadir dalam apel tersebut, Komandan Kodim 0418/Palembang Letkol Honi Havana, M.MDS, Danlanud SMH Palembang, Danlanal Palembang, Kapolresta Palembang, Dandenpom II/4 Palembang, Kasat Pol PP Kota Palembang, Kadishub Kota Palembang, para Danramil jajaran Kodim 0418/Palembang, dan para Kabag beserta para Kapolsek jajaran Polresta Palembang.
Operasi Ketupat digelar pula di Polda Sumsel. Sebanyak 5.000 personil disiagakan guna mengamankan dan memberikan pelayanan pada mudik.Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan pengamanan arus mudik lebaran merupakan gabungan dari para personil pengamanan, unsur pemerintah dan lainnya.
“Gabungan dari 2.500 anggota polisi, 400 anggota TNI, Dinkes, Satpol PP, Dishub, Sentral Komunikasi (Senkom), pramuka dan unsur pengamanan Sumsel lainnya,” ujar Kapolda, Selasa (28/5).
Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan, cakupan operasi ketupat di Sumsel tahun ini lebih luas dibandingkan tahun lalu. “Jalan tol terutama Trans Sumatera dan tergabung Kapal Betung, ini juga menjadi perhatian bagi pemudik yang melintasi Sumsel,” ungkapnya.(kbs)



