- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tak Perlu Ikut Aksi ke Jakarta, Cukup Berdoa dari Sumsel Saja
PALEMBANG, SIMBUR – Pasca terjadinya kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta, Panglima Kodam (Pangdam) II/ Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan SIP MHum dan Gubernur Sumsel, Herman Deru berharap masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) tidak perlu berangkat ke Jakarta dan ikut aksi. Cukup mengirimkan doa agar semuanya tetap dalam suasana yang damai dan kondusif.
“Memang belum ada laporan. Kalau ada gerakan kami imbau untuk menyampaikan aspirasi yang terkait dengan Jakarta untuk mendoakan dari sini saja,” ujar Mayjen TNI Irwan di Griya Agung, Kamis (23/5).
Untuk mengantisipasi munculnya gerakan yang sama seperti di Jakarta, Mayjen TNI Irwan mengungkapkan jika TNI dan Polri sudah menyiapkan personel gabungan di tiap-tiap wilayah di Sumbagsel. “Kami sudah siapkan dan standby di satuan masing-masing yang berjumlah sekitar 1.200 personel untuk di Sumbagsel. Mudah-mudahan tidak ada. Doakan semuanya,” ungkap Pangdam.
Dijelaskan, sejauh ini wilayah Sumbagsel masih relatif aman, terkendali, dan kondusi, walaupun sudah ada gerakan aksi yang sama danmun berlangsung damai.
“Alhamdulillah di wilayah Sumbagsel aman, terkendali, dan kondusif. Ada beberapa elemen (masyarakat) yang memberikan aspirasi di Bengkulu maupun Jambi di kantor DPRD itu berjalan dengan baik. Untuk Sumsel khususnya Palembang, sampai tadi pagi sementara ini tidak ada yang menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Sementara, hal yang sama disampaikan Gubernur Sumsel, Herman Deru dalam menanggapi aksi di Jakarta. Walau teridentifikasi ada masyarakat Sumsel yang ikut dalam aksi tersebut, dirinya berpesan agar jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang mempunyai kepentingan lain.
“Warga Sumsel juga harus hati-hati jika pergi ke Jakarta. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan khusus. Juga kepada masyarakat Sumsel yang tidak berkepentingan langsung atau hanya sekedar mendukung salah satu paslon, cukup berdoa sajalah dari sini. Tidak usah ikut aksi yang tidak juga mengubah keadaan,” harapnya.
“Kepada seluruh masyarakat Sumsel tunjukkan jatidiri kita sebagai orang Sumsel yang dewasa dalam berpolitik, berdemokrasi, menghormati yang menang dan menghargai yang kalah,” imbau Gubernur.(dfn)



