Diduga Banyak Kecurangan, KPU Sumsel Tak Mau Disalahkan

# Kapolda: Semua Masalah Sedang Diusut

 

 PALEMBANG, SIMBUR – Banyaknya laporan dugaan kecurangan yang terjadi di Pemilihan Presiden (Pilpres) khususnya di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), membuat masyarakat mempertanyakan kinerja KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Meski demikian, Ketua KPU Sumsel, Dra Kelly Mariana mengimbau kepada semua pihak untuk tidak saling menyalahkan, karena pihaknya sedang mencari solusi terbaik untuk setiap temuan di lapangan.

“Secara umum, sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan. Kami masih mencari solusi-solusi. Makanya saat ini kami sedang menginventarisir TPS-TPS mana saja atau kejadian apa saja yang terjadi hari ini, nanti akan kami cari solusinya dan apa kesimpulannya,” ujarnya kepada Simbur, Rabu (17/4).

Diakui, pihaknya memang sudah menerima beberapa laporan terkait carut marut pelaksanaan pemilu di berbagai daerah di Sumsel, termasuk surat suara yang sudah tercoblos di Banyuasi, kotak suara yang tidak tersedia di Palembang dan Prabumulih. “Informasinya itu kan sebelum digunakan ada lima lembar (surat suara), dan sudah kami putuskan itu surat suara yang rusak dikategorikan rusak, atau cetak produksi yang rusak. Itu diganti, bukan sudah tercoblos (surat suara sah),” jelasnya.

Ditambahkan Kelly, terkait beberapa daerah yang tidak mendapatkan surat suara untuk Pilpres, bukannya tidak ada melainkan lebih kepada kekurangan surat suara saja. “Kalau di Prabumulih itu sudah terpenuhi, jadi bukan tidak ada tapi kekurangan surat suara. Kan kekurangan surat suara bisa dipenuhi dari TPS-TPS terdekat. Kalau di Banyuasin satu kecamatan memang terlambat, bukan tidak ada. Hanya ada terdeteksi bahwa ada lima TPS yang tidak ada kotak suara Pilpresnya. Itu juga sedang diselidiki oleh Polda Sumsel kemana yang lima itu,” terangnya.

Namun, Kelly menyerahkan keputusan tersebut ke KPU daerah masing-masing. “Untuk keputusan itu, kami serahkan ke KPU Banyuasin, kemudian untuk masalah-masalah yang muncul di Banyuasin, Kota Palembang dan daerah lain jika ada,” tambahnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memastikan jika pihaknya sedang mengusut beberapa persoalan yang masuk ke meja KPU Sumsel. Ditanya soal kemanan, memang secara umum sejauh ini aman. “Hanya saja, memang betul ada beberapa TPS seperti TPS 8 di Kelurahan Selangit, Musi Rawas dimana ketua TPPS (Rio Habibi) ditusuk oleh Linmasnya (Febri) karena ketersinggungan dan Febri yang curiga kalau kunci itu disembunyikan oleh Rio,” ujarnya.

Dia menegaskan jika hal itu kesalahpahaman dan ketersinggungan karena di suruh dengan cara kasar, itu masuk ranah pidana. Tetapi kejadian itu tidak menghambat pemilihan dan tetap pencoblosan tetap berlangsung. “Ada juga keributan di tempat lain dimana ada yang bukan di TPS tapi ikut di TPS tertentu. Tapi itu juga sudah diselesaikan,” tutupnya. (dfn)