Tak Ada Asap saat Asian Games, Ada Risikonya kalau Gagal

# Semai Awan, Modifikasi Hujan Buatan

 

 

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto menjamin tidak ada kabut asap saat Asian Games, 18 Agustus-2 September mendatang. Hal itu disampaikannya setelah menerima laporan dari Komandan Satgas Karhutbunla Provinsi Sumatera  Selatan Kolonel Inf Iman Budiman SE yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo.

“Jangankan sampai api menyala. Tiap tanah yang ada saja, dengan metode seperti itu kami jamin saat Asian Games tidak ada asap,” tegas Panglima TNI, di Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Provinsi Sumsel, Selasa (24/7).

Dalam kunjungan singkatnya, Panglima TNI menekankan kepada Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan SIP MHum dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara beserta jajaran agar dapat mencegah karhutbunla dan kabut asap saat Asian Games karena perintah langsung dari Presiden. “Perintah Presiden. Di Istana tulisannya besar. Kalau gagal (cegah karhutbunla saat Asian Games 2018) ada risikonya,” tegas Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menurut orang nomor satu di tubuh TNI itu, rencana awal dirinya akan meminta laporan dan melakukan kunjungan pada 4 Agustus mendatang bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Marsekal sengaja memajukan kunjungannya hari ini (Selasa, 24/7) karena mendengar kabar dari media massa.

Dikatakan Panglima TNI, penanganan karhutbunla harus jelas cara bertindak, identifikasi, penindakan, struktur organisasi, baik satgas darat, udara maupun penegakan hukum (gakkum). “Pekerjaan tahun ini di Palembang cukup berat karena menyangkut harga diri bangsa terkait Asian Games,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar penanganan karhutbunla dilakukan secara allout. “Harus menghitung agar tidak terjadi kebakaran hutan, terutama dengan memanfaatkan teknologi,” paparnya.

Masih kata Hadi, kebakaran hutan sudah memasuki warna merah. Langkah antisipasi, menurutnya, tanah tidak akan terbakar apabila dalam kondisi basah. “Potensi awan masih bisa dibuat modifikasi hujan buatan. Paling tidak, itu bisa mencegah (karhutbunla),” imbuhnya.

Adapun metode dan langkah mencegah karhutbunla, menurut Panglima TNI, pertama dengan memodifikasi cuaca, membuat hujan buatan dengan cara menyemai awan. Kedua, antisipasi kemungkinan penyumbang asap dengan menongkrongi 33 desa  yang dilakukan TNI/Polri. Selanjutnya, apabila kebakaran masih terjadi, gunakan teknologi untuk mengetahui informasi dari satelit. “Terakhir, ketersediaan kanal-kanal sangat mendukung apabila airnya ada. Muda-mudahan kanalisasi bisa menghambat kebakaran,” tegasnya.

Ditanya apakah daerah atau negara lain akan turut membantu penanganan karhutbunla, Marsekal Hadi dengan tegas mengatakan, masih mengandalkan kekuatan TNI/Polri. “TNI siapkan pasukan. Kalau ada tanda-tanda kebakaran hutan baru diperbantukan (dari pusat). Sebelum asap ada, api sudah harus dipadamkan,” tegasnya sembari menceritakan hasil pantauan udara di atas ketinggian 4.000 meter, ada 9 titik api di Tulung Selapan OKI.

“Lakukan berkoordinasi dan bekerjasama dengan BMKG dan BPBD dalam rangka membuat hujan buatan sebagai salah satu cara strategi untuk menanggulangi dan mengatasi kebakaran. Selalu bersinergi dengan pihak Polri untuk langsung dapat mengambil tindakan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” perintah Panglima TNI.

Terkait perintah tersebut, Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman SE dalam paparannya mengatakan, sebagai  Komandan Satgas Karhutbunla Provinsi Sumatera  Selatan, pihaknya mengangkat klausul “api padam, asap hilang” selama masa darurat dari 1 Februari hingga 31 Oktober mendatang. Menurut Danrem, dalam manajemen siaga merah, logistik dan administrasi sangat diperlukan.

Dipaparkannya, kondisi aktual pada 23 Juli, terdapat 27 hot spot di empat kabupaten. Menurut Iman, ada 55 spot di 33 desa yang arah anginnya langsung bersinggungan ke arah venue Asian Games di Jakabaring. Empat kabupaten tersebut meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI) Muara Enim dan Banyuasin.

“Selain melakukan operasi intai, Satgas juga telah melakukan sosialisasi door to door telah mencakup 90% rumah masyarakat dan diyakini masyarakat memahami pentingnya 2018 bebas asap, Perilaku masyarakat petani pemilik lahan perorangan maupun kelompok sudah berubah, dari budaya sonor tinggal ke budaya sonor tunggu berkelompok dan terkoordinir. Tidak ada kasus kebakaran di lahan petani,” terang Kolonel Budiman.

Lebih lanjut Dansatgas menyampaikan, bahwa kebakaran lahan dapat diatasi oleh RPK (Regu Pemadam Kebakaran) darat dan Satgas Udara BPBD Sumsel dalam waktu 1 x 24 jam, dan 24 jam berikutnya adalah fase pembasahan dan pendinginan.

“PO Padam Api Hilang Asap 01, Satgas Karhutbunla Sumsel masih efektif dalam mengendalikan situasi Karhutbunla di wilayah Sumsel khususnya di 4 Kabupaten prioritas, sedangkan PO Pati Geni 01,  Satgas darat Karhutbunla Sumsel ditujukan untuk keamanan pelaksanaan Asian Games XVIII TA 2018 bersama-sama dengan masyarakat dan perusahaan selama 50 hari operasi,” jelas Dansatgas.

Dirinya menjelaskan ada beberapa subsatgas yang disebar, yakni darat, udara, sosialisasi, dan penerangan. “Subsatgas Doa disiapkan oleh ponpes Aulia Cendekia yang menyumbang sejuta Al Fatiha selama 50 hari ke depan operasi ini,” imbuhnya seraya menambahkan, tim gabungan telah menyiapkan 9 kolam di empat kabupaten tersebut. “Tidak ada lawan atau musuh dalam kolam kami. Meski demikian, kami sudah menangkap (terduga pembakar lahan) di Cinta Manis dan Tulung Selapan,” terangnya.

Adapun kendala terbesar yang dihadapi, kebakaran lahan kerap dipicu jual-beli tanah. “Apabila lahan terbakar, maka akan mempermudah pengukuran,” lapornya seraya menambahkan, tidak ada perintah tembak di tempat selama mengamankan 230 hektare lahan di Pedamaran belum lama ini. “Mohon disiagakan pasukan cadangan dari pusat. Kami juga mengajukan ransum tempur,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Tri Handoko Seto mengatakan, pihaknya sudah melakukan TMC namun berhenti sebelum lebaran Idulfitri karena terkendala masalah finansial. “Paling lambat Senin depan (30/7) akan kami mulai lagi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penyemaian awan akan fokus ke arah timur, tenggara dan selatan. Bersama Sinar Mas, lanjut dia, BPPT telah memonitor ketinggian air. Diungkapnya pula, BPPT memiliki drone alap-alap yang paling cepat terbangnya dalam radius 100km/jam di ketinggian 1.000 hingga 12.000 meter.

Sementara itu, Asops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara berharap agar atlet tidak kembali ke negara asalnya karena kabut asap. “Jaga harga diri bangsa kalau ada maklumat dan kesepakatan bersama,” ungkapnya singkat.

Akan halnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sangat berterima kasih terhadap satgas karhutbunla. Menurut Alex, mulai 1 Agustus peserta dan ofisial Asian Games mulai berdatangan ke Sumsel. “Beberapa tim cabor boling dari Malaysia dan Hongkong sudah mulai berlatih di Jakabaring,” ungkapnya  sekaligus menyempatkan diri untuk berterima kasih kepada Panglima TNI yang sudah mengirim 40 pasukan untuk memperbaiki kursi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang dirusak supporter.

Hadir bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di antaranya Kapuspen TNI Mayjen TNI Sabar Falilah, Kaskoops AU 1 Marsma TNI Hendri Alfiandi, Asops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara, Dankor Brimob Mabes Polri Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi, Waasops Panglima TNI Marsekal Pertama Khairil Lubis, Waaslog Panglima TNI Brigjen TNI Kasim Ganawi, Waaster Pangliam TNI Brigjen TNI Purnomo dan Kabid Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal. (maz)