Ubah Mindset Pembalak Liar Jadi Pemandu Wisata

#  Hampir 700 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Sumsel Rusak

 

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto mengungkapkan, LIPI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah daerah akan terus mempromosikan cagar biosfer. Tujuannya untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. LIPI juga mengajak masyarakat untuk mengubah mindset yang terkait pembalakan liar.

“Kami berharap bersama dapat mengubah mindset illegal logger/pembalak liar untuk bisa menjadi pemandu wisata. Perlu adanya pemanfaatan sumber daya alam sekitar tanpa merusak lingkungan di sekitar,” ungkap Bambang saat pembukaan Internasional Pembukaan 30th session of the International Coordinating Council (ICC) of the Man and Biosphere Program (MAB) di Indonesia di Ballroom Hotel Novotel, Palembang, Selasa (24/7).

Bambang menambahkan, LIPI mempromosikan cagar biosfer guna mendorong pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. “Kami berharap dukungan dari Gubernur dan Perguruan Tinggi, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” harapnya.

Sementara, Gubernur Ir H Alex Noerdin mengungkapkan, sejak kebakaran besar tahun 2015 lalu, Sumatera Selatan mengalami kerusakan degradasi lahan hampir 700 ribu hektare hutan dan lahan rusak. “Itu suatu hal yang luar biasa,” ucap Gubernur saat di ruang Konferensi Pers Hotel Novotel Palembang, Selasa (24/7).

Menurut Gubernur, Indonesia bertekad tidak boleh ada kebakaran, bagaimana memperbaiki hutan yang rusak tersebut. “APBD dan APBN tidak bisa cukup. Oleh karena itu, berkeliling ke 15 negara mengunjungi banyak konferensi tentang lingkungan dan lainnya, meminta bantuan kepada negara sahabat yang peduli dengan lingkungan,” tegasnya.

Lanjut Alex, ada 11 lokasi yang dibantu oleh pemerintah RI, dan beberapa negara lainnya dalam merestorasi lagi hutan yang rusak. “Kami berkeinginan untuk bisa ikut serta bukan hanya untuk kepentingan Sumatera Selatan, atau Indonesia saja. Akan tetapi, untuk memberikan kontribusi yang positif dalam menjaga lingkungan dunia,” terang Gubernur.

Demikian pula Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Ir Wiratno MSc juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan hidup. “Masyarakat harus diberi ilmu pengetahuan dari LIPI dalam menjaga hutan,” jelasnya.

Dijelaskannya, cagar biosfer merupakan tempat untuk membentuk pengelolaan berkelanjutan  melalui berbagai program seperti manajemen sumber daya alam dan ekosistem, pengembangan jasa lingkungan, serta penelitian dan pengembangan (litbang). Sejak 1977 hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 11 cagar biosfer.
Indonesia mengusulkan nominasi tiga cagar biosfer yakni Berbak Sembilang di Sumatera Selatan. Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, dan Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Diketahui, sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO dihadiri sekitar 300 partisipan dari 45 negara, yang merupakan anggota World Network of Biosphere Reserve dari Asia, Australia, Afrika, dan Amerika. Intisari yang diusung dalam pertemuan ini adalah usaha yang perlu dilakukan dalam mengoptimalkan dan menguatkan peran dari berbagai pemangku kepentingan diantaranya pemerintah, sektor swasta, publik, perguruan tinggi, dan LSM untuk membangun rencana pengelolaan cagar biosfer dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (lks)