Bahasa Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negara Sendiri

# Kongres Bahasa Indonesia XI Digelar 28-31 Oktober 2018

# Luncurkan Tiga Aplikasi dari Delapan Produk Bahasa dan Sastra

 

JAKARTA, SIMBUR – Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI digelar pada 28-31 Oktober mendatang di Jakarta. Kongres yang digelar Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini mengusung tema Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Sudah waktunya bahasa Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Dadang Sunendar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dalam Taklimat Media tentang Kongres Bahasa Indonesia XI di Kantor Kemendikbud, Jakarta.

Dadang menambahkan, Kongres Bahasa Indonesia saat ini telah menjadi pertemuan internasional. Pertemuan ini, menurut dia, merupakan forum untuk pecinta dan pemerhati bahasa dan sastra yang membahas berbagai persoalan kebahasaan dan kesastraan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Menurut Dadang, Kongres Bahasa Indonesia juga mengingatkan Sumpah Pemuda pada nomor satu dan dua saja. “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Redaktur Bahasa Majalah Tempo, Uu Suhardi mengatakan, bahasa Indonesia memang belum jaya di negeri sendiri, padahal sudah diajarkan di 45 lembaga pendidikan di luar negeri. Karena itu, ia menilai sangat tepat apabila Kongres Bahasa Indonesia kali ini bertema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Apalagi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

“Bahasa Indonesia saat ini tergusur oleh bahasa asing. Penggunaan bahasa Indonesia pun masih banyak yang kurang tepat, misalnya pada kata depan atau awalan,” ujarnya.

Demikian diungkap Linda Christanty, sastrawan dan jurnalis. Linda menyampaikan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang terus tumbuh dan berkembang. “Menulis dalam bahasa Indonesia adalah kebanggaan dan penuh perjuangan. Para penulis masih banyak yang harus belajar menulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” tuturnya.

Kongres Bahasa Indonesia XI akan dihadiri 1.032 orang yang terdiri dari 9 pemakalah kunci, 18 pemakalah undangan, 72 pemakalah seleksi dan 932 peserta undangan. Pemakalah tidak hanya berasal dari Indonesia, namun dari negara lain seperti Australia, Belanda, India, dll.

Dalam Kongres Bahasa Indonesia XI akan diluncurkan delapan produk baru Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, antara lain KBBI Braille, Peta Bahasa di Indonesia, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring, Korpus Indonesia (KoIn), Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring, Buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T, 546 Buku Bacaan Literasi, dan Kamus Vokasi.(red)