- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
# Pemerintah Bagikan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games 2018
JAKARTA – Bermodal kesuksesan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menyampaikan pesan kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, yang mengunjunginya kemarin Sabtu (1/9). Menurut Presiden Jokowi, Indonesia siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. “Saya katakan kepada beliau bahwa Indonesia siap untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032,” tegas Presiden Jokowi saat menyerahkan bonus kepada atlet Indonesia yang meraih medali pada Asian Games 2018 di Istana Negara, Minggu (2/9) pagi.
Diketahui, bonus diserahkan Presiden Jokowi kepada 9 (sembilan) orang perwakilan atlet peraih medali, yaitu 3 (tiga) orang mewakili peraih medali emas masing-masing: Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat) dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing).
Atlet peraih medali perak diwakili oleh Ari Wahyuni (angkat besi), Aswat (panjat tebing) dan Alexander Elbert (soft tennis), dan atlet yang mewakili medali perunggu yaitu Nining Purwa Ningsih (sepeda), Amri Rusdana (pencak silat) dan Bunga Nyimas (skateboard).
Adapun besaran bonus sebagaimana diberitakan sebelumnya adalah Peraih Emas perorangan mendapatkan Rp1,5 miliar, Peraih Medali Emas untuk Pasangan/Ganda sebesar Rp1 miliar per-orang, dan Emas beregu Rp750 juta per orang. Peraih perak perorangan mendapatkan Rp500 juta, Perak untuk Ganda sebesar Rp400 juta per orang, dan perak beregu Rp300 juta per orang.
Untuk peraih perunggu perorangan mendapatkan Rp250 juta, Perunggu Ganda Rp200 juta per orang, dan peraih perunggu beregu sebesar Rp150 juta per orang. Bonus para pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp450 juta untuk emas, Rp150 juta untuk perak, dan Rp75 juta untuk perunggu. Para pelatih beregu mendapatkan Rp600 juta untuk emas, Rp200 juta untuk perak, dan Rp100 juta untuk perunggu.
Sedangkan untuk setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan Rp225 juta untuk emas, Rp75 juta untuk perak, dan Rp37,5 juta untuk perunggu. Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp300 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu.
Para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp375 juta untuk emas, Rp125 juta untuk perak, dan Rp62,5 juta untuk perunggu. Setiap medali kedua dan seterusnya, lanjut Menpora, para asisten pelatih mendapatkan Rp150 juta untuk emas, Rp50 juta untuk perak, dan Rp25 juta untuk perunggu.
Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia bangga atas prestasi para atlet, dengan perjuangan para atlet, perjuangan keras dalam meraih prestasi. “Indonesia bangga dengan ketulusan para pelatih, official. Indonesia bangga dengan dedikasi para pengurus cabang-cabang olahraga,” tegas Presiden.
Menurut Kepala Negara, bukan rakyat saja yang terkejut tapi dunia juga terkejut dengan torehan sejarah yang diciptakan atlet-atletnya, karena di Asia Games sebelumnya kita meraih 4 medali emas, kemudian melompat menjadi 31 emas.
Presiden mengisahkan betapa banyak yang pesimis saat dulu dirinya menargetkan bisa mendapatkan 16 emas, Tapi hari ini, lanjut Presiden, bukti itu betul-betul nyata dan ada, yaitu 98 medali; emas, perak dan perunggu bisa kita raih dari seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. “Ini adalah sebuah lompatan, lompatan besar yang bisa kita jadikan fondasi untuk prestasi-prestasi selanjutnya,” ucap Presiden.
Kepala Negara mengapresiasi perjuangan para atlet yang mempersiapkan diri bertahun-tahun melalui latihan, kerja keras tanpa mengenal lelah. Menempa diri dalam berbagai training, try out, kompetisi baik di dalam muapun di luar negeri selalu terus diikuti.
“Saya juga mengerti bahwa saat kaki saudara-saudara hampir tak kuat untuk berdiri. Saudara-saudara tak henti berjuang untuk negara dan kemenangan saudara,” kata Kepala Negara seraya menambahkan, bahwa rakyat berterima kasih kepada mereka semua, rakyat menyambut prestasi mereka dengan penuh haru dan kebahagiaan. “Rakyat menghargai, sangat menghargai pengorbanan dan perjuangan saudara-saudara,” tutur Presiden.
Presiden menegaskan, negara masih menunggu prestasi atlet-atletnya yang lebih banyak lagi, dan Indonesia berterima kasih atas sejarah emas yang mereka torehkan. Oleh karena itu, Presiden mengaku telah menyampaikan kepada Menpora, agar bonus untuk para atlet peraih medali saya ingin berikan secepatnya sebelum acara penutupan dilakukan.
“Kalau pagi ini atau siang nanti atau sore nanti masih ada tambahan medali setelah acara ini, akan saya berikan langsung juga kalau masih ada tambahan lagi, di sini. Tahu-tahu nanti masih ada tambahan emas lagi saya berikan di sini, siapa tahu,” pungkas Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku begitu sangat senang sekali karena nanti sore Asian Games XVIII tahun 2018 akan ditutup. Kepala Negara mengaku ingin rasanya melakukan upacara pembukaan Asian Games lagi.
“Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan,” kata Presiden Jokowi.
Selain menyampaikan rasa bangganya kepada para atlet dalam meraih prestasi dengan mencatatkan torehan sejarah meraih 31 medali emas, pada kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait atas suksesnya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan segenap pihak dalam penyelenggaraan Asian Games ini. kita tahu betapa sulitnya melayani 17.000 atlet dan official yang datang ke negara kita,” ucap Presiden seraya menambahkan, bukan sesuatu yang mudah dan bisa di-manage, bisa dikelola dengan baik melayani 7.000 wartawan yang hadir dan 150.000 supporter dari 45 negara.
Diakui Presiden Jokowi, bahwa hanya ada waktu yang singkat dalam mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games 2018, hanya 3,5 tahun untuk menyiapkan, menghadirkan infrastruktur dan fasilitas-fasilitas olahraga yang berstandar internasional. “Sangat mepet sekali. Negara lain menyiapkan hal-hal seperti ini 10 tahun, 7 tahun, 8 tahun, kita hanya 3,5 tahun,” ujar Presiden.
Karena itu, lanjut Presiden, Wakil Presiden hampir setiap hari, setiap minggu datang cek, menteri datang cek venue-venue siap enggak sih. Bahkan Presiden mengaku juga cek, cek, tapi ia menilai, inilah manajemen yang sudah dihadirkan dari negara untuk mempersiapkan sebuah perhelatan besar Asian Games 2018.
Soal keamanan, Presiden Jokowi mengakui betapa beratnya memastikan kemanan, memastikan kenyamana bagi semua tamu yang hadir di negara Indonesia. Ia memuji kerja keras, profesionalitas, pengorbanan, keikhlasan semua pihak, segenap pihak telah turut mengangkat wibawa bangsa Indonesia di kancah dunia, memperkokoh kebersamaan dan keindonesian dan mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan.
“Rakyat berterima kasih kepada sudara-saudara semuanya. Rakyat menghargai, sangat menghargai pengorbanan dan perjuangan saudara-saudara,” ucap Presiden Jokowi.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, Menko PMK Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menpora Imam Nahrawi.(kbs/setkab)



