- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Bus Pariwisata Masuk Jurang, Tewaskan 21 Penumpang
SUKABUMI – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur neraka daerah Jawa Barat. Kali ini terjadi di Sukabumi. Bus pariwisata dengan nopol B 7025 SGA masuk ke jurang di Kampung Bantar Selang, Cikidang, Pelabuhan Ratu, Sabtu (8/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Akibat kejadian itu, 21 orang penumpang dikabarkan tewas.
’’Bus ukuran besar masuk jurang di kelokan letter S jalur alternatif Cikidang,’’ kata Koordinator Forum Kordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri.
Okih menyebut rombongan tersebut sedang dalam perjalanan menuju arah Palabuhanratu. Saat ini pihak kepolisian dan SAR Daerah sedang melakukan evakuasi terhadap korban. ’’Korban kecelakaan diangkut menggunakan berbagai kendaraan truk dan bak terbuka,’’ tandas dia.
Korban adalah rombongan pekerja dari perusahaan PT Catur Putra Group Bogor yang berwisata. Dari sekitar 200 karyawan yang ikut liburan dengan lima bus pariwisata itu, puluhan di antaranya mengalami kecelakaan dengan salah satu bus. Pihak perusahaan menggunakan lima jasa bus pariwisata dengan jumlah penumpang 30 sampai 35 per busnya. Sementara sebagian lagi menggunakan kendaraan pribadi.
Bus yang mengalami kecelakaan kondisinya tidak layak jalan. Pasalnya, beredar kabar bus tersebut sempat mengalami masalah di jalan, sebelum kecelakaan. “Kabar dari korban selamat yang sempat ditolong warga menyebutkan bahwa bus dalam perjalanan sempat bermasalah, namun kembali melanjutkan,” kata Ayus (31), warga sekitar.
Kondisi korban bervariasi ada yang meninggal dunia dan hidup. Pihak RSUD Palabuhanratu menangani yang awalnya ada 14 orang dalam keadaan meninggal dunia kemudian 17 masuk ke IGD. Kemudian bertambah lagi menjadi 20 orang.
’’Dengan dinamika di lapangan pasien kami dapatkan dalam kondisi kritis dan kami lakukan usaha semaksimal mungkin,’’ kata dokter Raditya Nugraha, petugas medis RSUD Palabuhanratu kepada awak media, Sabtu (8/9).
Kondisi korban disebut Raditya mengalami luka serius termasuk patah tulang hingga organ dalam, sehingga mengganggu peredaran darah. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menangani seluruh korban,’’ imbuhnya.
Seluruh korban saat ini masih berada di ruang jenazah RSUD Palabuhanratu, sejumlah petugas medis hingga aparat kepolisian terlihat sibuk menangani para korban yang terus berdatangan.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengungkap seluruh korban mendapat penanganan medis di tempat yang berbeda. ’’Ada yang kita evakuasi ke RSUD Palabuhanratu, ada yang ke puskesmas terdekat dan ada yang ke RSUD Sekarwangi, Cibadak,’’ jelasnya.
Adapun 21 orang yang meninggal. Mereka adalah Masikun Rohman, Syahrudin, Budi Supriadi, Agus Syamsudin, Galih Nurhadi, Prayitno, Nurul Sobah, Doni Andri Pradana, Santi Ropika Sitorus, Dadan, Tagrit Daulat, Fatchudin, Romli, Kustiawati, Remon, Ny Sri, M As’Ari Sibolga, Arman Hermawan, Ai Jubaedah dan satu lagi belum terindentifikasi.(kbs/jpnn/jabarnews)



