Polisi Tembak Mati Empat Terduga Teroris di Cianjur

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil menembak mati empat terduga teroris di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5). Keempat teroris itu dibuntuti dari Sukabumi saat hendak melakukan penyerangan ke Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok. “Dibuntuti sejak dari Sukabumi,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Warsito dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jaksel, Minggu (13/5).

Keempat identitas pelaku yang berhasil ditembak adalah Batti Bagus Nugraha (21) warga Kebayoran, Dwi Cahyo Nugroho (23) warga Kebumen, Agus Riyadi (33) warga Pekalongan, dan Haji Saputra (24) warga Kotabumi-Lampung.

Setyo mengatakan, para terduga teroris ini merupakan jaringan dari Jemaah Ansarut Daulah (JAD). Mereka diduga akan melakukan penyerangan ke Mako Brimob naik Honda Brio bernopol F 1614 UZ. Mereka yang merasa mulai dibuntuti lalu masuk ke Terminal Pasirhay, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur. Di terminal, mereka turun dan mengacungkan senjata ke Densus 88.

“Mereka mencoba melawan. Ada yang mengacungkan senpi. Aparat lalu melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak 4 orang,” ujarnya.

Petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil yang ditumpangi para terduga teroris, 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, 3 tas yang diduga berisi bahan peledak, 2 pelindung kepala (helm), 1 lembar kertas bergambar sketsa rakitan senjata api, dan beberapa barang bukti lain. “Peralatan mereka bawa sudah canggih, panah yang mereka bawa itu kalau melesat ke sasaran kemudian bisa meledak,” kata Setyo Wasisto.

Selain membawa panah, mereka juga membawa dua senjata rakitan jenis revolver. Menurut dia para terduga teroris telah mendapat pelatihan semimiliter. “Mereka sedang perjalanan ke Jakarta menuju Mako Brimob, dan akan menyerang di sana,” ungkap dia seraya mengatakan,  petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi teror menjelang Ramadan dan Idulfitri 1439 Hijriah.

Barang bukti yang diamankan berupa satu unit mobil yang ditumpangi terduga teroris, dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver, tiga buah tas yang diduga berisi bahan peledak, dua buah pelindung kepala (helm), satu lembar kertas bergambar sketsa rakitan senjata api dan beberapa barang bukti lainnya.

Saat ini, tambah dia, anggota Densus 88 masih memburu pelaku teroris lainnya, sedangkan jenazah terduga teroris yang berhasil ditembak mati petugas langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (tim/antara/jpnn)