- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tiga Gereja di Surabaya Dibom
SURABAYA, SIMBURNEWS – Di tengah kemeriahan Parade Asian Games 2018 yang digelar serentak di Jakarta dan Palembang, bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) pagi. Hal itu diungkap Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera.
Frans mengatakan ledakan itu terjadi di tiga gereja, yaitu Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jl Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jl Arjuno. Akibat kejadian itu, 8 orang dikabarkan tewas dan 38 orang mengalami luka-luka. Dari data polisi, sebanyak 4 korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela dinyatakan tewas. Kemudian, ada dua korban di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro. Lalu, dua korban tewas lainnya dari Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. “Update sementara ada delapan meninggal dunia dan 38 orang luka saat ini ada di rumah sakit termasuk polisi,” kata Barung, Minggu (13/5).
Diwartakan, ledakan pertama terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, diduga dilakukan dengan bom bunuh diri menggunakan sepeda motor sekitar pukul 07.15 WIB. Bom bunuh diri kedua meledak di GKI Surabaya, Jalan Diponegoro. Saksi menyebut seorang perempuan membawa 2 anak meledakkan dirinya di depan halaman. Ledakan ketiga terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuno, Minggu pagi, diduga berasal dari bom mobil.
Sementara saat kejadian, tiga pejabat tinggi mendatangi lokasi bom di Gereja GKI sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka yakni Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya,Mayjen TNI Arif Rahman, dan Gubernur Jatim Soekarwo. Beberapa petugas yang sedang melakukan penjagaan di lokasi sempat meminta para pengawal rombongan untuk segera memutar balik kendaraan yang ditumpangi Kapolda, Pangdam dan Gubernur Jatim. (tim/berbagai sumber)



