- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Revitalisasi Bukit Siguntang Mangkrak
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Meski Bukit Siguntang mulai dibenahi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tapi tetap saja terkesan tidak terurus. Pantauan Simbur, bagian belakang kawasan bersejarah itu terlihat terbengkalai. Hanya bangunan bagian depan termasuk gerbang utama yang sedang direnovasi beberapa pekerja. Karena itu, Bukit Siguntang harus ditutup sementara untuk umum. Ketika wartawan koran ini melakukan peliputan ke lokasi Bukit Siguntang, satpam pun melarang agar awak media tidak melanjutkan masuk ke dalam lokasi.
“Maaf pak, lokasi ditutup untuk umum sejak Oktober tahun lalu (2016). Dibuka lagi nanti tahun 2018,” imbaunya, Jumat (30/6).
Saat dimintai izin untuk mengambil gambar (foto), satpam tersebut juga tidak mengijinkan. “Kalau mau ambil gambar, harus ada surat izin dari dinas Pak (Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan). Saya cuma jalankankan tugas. Waktu bulan puasa banyak juga wartawan yang datang tapi tetap kami larang masuk karena sedang renovasi,” pungkasnya.
Tidak diizikan masuk dari gerbang depan, Simbur Sumatera masuk dari belakang. Namun apa lacur, kondisi Bukit Siguntang sangat memprihatinkan dan proyek revitalisasi terkesan mangkrak. Gerbang belakang penuh coretan, belum lagi kondisi sekitar situs berantakan seperti bekas pembakaran dengan tumpukan kayu dan arang berserakan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bukit Siguntang, Khoirul yang kebetulan berada di lokasi membenarkan bahwa saat ini kawasan tersebut memang tertutup untuk umum. “Sekarang kami sedang merenovasi bagian depannya (bangunan depan, gerbang dan pagar). Kalau tahap pertama tahun lalu itu bagian atas. Nah, untuk tahap ketiga nanti yang akan direnovasi adalah jalan dan lampu seluruh area Bukit Siguntang,” jelasnya.
Bukit Siguntang sudah ditutup sejak Oktober 2016 karena renovasi tahap pertama yang dilakukan di atas (daerah puncak BS) selama tiga bulan. Saat ini sedang dalam proses tahap kedua yang dimulai dari bulan kemarin. Hanya saja, kapan renovasi tahap ketiga dilakukan, Khoirul tidak mengetahui secara pasti. Diketahui, dana revitalisasi Bukit Siguntang dari APBN sekitar Rp15 miliar dan APBD sebesar Rp1,2 miliar yang digelontorkan melalui Disbudpar Provinsi Sumsel diduga menguap ke mana saja. “Ini yang dipakai, kan APBN dan anggarannya tidak langsung disalurkan semua, tapi bertahap. Kami belum tahu kapan memulai tahap ketiga.Yang jelas ini akan selesai sebelum Asian Games 2018,” ungkapnya.
Ditambahkan, Bukit Siguntang memang tertutup namun bagi yang ingin melakukan kegiatan keagaaman silakan saja asal bisa menjaga keamanan dan kondisi yang ada. “Kami hanya bisa mengizinkan yang ingin melakukan aktivas keagamaannya. Di sini kan semua aktivitas agama ada. Makanya, kami juga tidak bisa melarang karena itu bisa melanggar hak asasi manusia (HAM),” terangnya.
Saat dimintai izin untuk mengambil gambar di lokasi, Khoirul juga tidak mengizinkan. “Ini kan lagi dibongkar semua, tidak enak kalau pas kamu foto terus kelihatan kacau balau seperti ini. Nanti saja, kan tidak lama lagi akan selesai,” pungka Khoirul yang tidak mengetahui kalau wartawan koran ini sudah mengantongi sejumlah foto di lokasi.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga meminta agar media tidak mengambil gambar dulu. “Tidak bisa (ambil gambar) karena memang Bukit Siguntang lagi tutup. Kami minta tolong dengan sangat. Awal tahun kami buka lagi. Memang semua ditutup untuk umum termasuk media supaya bisa ‘clear and clean’. Makasih ya,” ungkapnya saat dihubungi Simbur. (mrf)
(Baca berita selengkapnya di surat kabar Simbur Sumatera edisi Juli 2017)



