- Instruksi Keluarkan Darurat Gempa NTT agar Anggaran dan Bantuan Dapat Disalurkan
- Terdata 47 Warga Tewas akibat Gempa NTT
- Korban Tewas akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 14 Orang
- Presiden Tekankan Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa hingga Rp360 Triliun
- Gencarkan Patroli dan Libatkan Warga, Satpol-PP Cegah Persekusi di Kota Bogor
Banjir Bandang di NTT, Empat Warga Tewas
JAKARTA, SIMBUR – Upaya penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8/9), terus dimaksimalkan hingga hari ini, Rabu (10/9). Perlahan tapi pasti, sinergi antar lintas OPD terkait mulai membuahkan hasil yang lebih baik.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, hari ini, tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan satu (dari lima orang) warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi tidak bernyawa. “Penemuan jasad tersebut sekaligus menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi empat orang. Otomatis, jumlah warga yang masih dinyatakan hilang kini menjadi empat orang,” terang Muhari.
Tim gabungan terus berupaya memaksimalkan operasi SAR dengan tetap memastikan kondisi lapangan dan cuaca demi keselamatan dan keamanan. Hasil perkembangan kaji cepat di lapangan, banjir yang dipicu oleh faktor cuaca ditambah topografi berupa lereng perbukitan sampai pesisir ini berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mauponggo, Kecamatan Nangaroro, dan Kecamatan Boawae.
Kerugian materil mencakup satu rumah hanyut, dua kantor terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor yang meliputi satu jalan provinsi dan dua jalan kabupaten, dua jembatan rusak, serta lahan pertanian dan ternak yang terdampak. Data kerusakan lainnya masih dalam proses pendataan.



