- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
- Benteng Kuto Besak Identitas Asli Indonesia, Dibangun Anak Bangsa dan Bukan Warisan Penjajah
Dua Pembunuh Adik Kandung Bupati Divonis Mati
Terdakwa Ardiansyah langsung menyerang, dengan membacok jari tangan saksi Deki sampai terluka, Deki pun memillih kabur menyelamatkan diri. Giliran terdakwa Ardiansyah mengejar korban M Abadi juga pakai parang panjang.
Akibat bacokan itu, membuat korban M Abadi luka di lengan kiri, bacokan di punggung berulang kali. Korban M Abadi yang banjir darah itu, sempat memeluk terdakwa Ardiansyah. Kembali terdakwa Ardiansyah menusuk perut dan dada korban berulang kali.
Saksi Antoni yang melihat berusah menolong. Tapi keburu datang terdakwa Arwandi, melihat korban sudah tak berdaya, kembali membacok korban di bagian kepala dan wajah berulang kali. Setelah itu kedua terdakwa kabur, sedangkan korban meninggal di perjalanan saat menuju Puskesmas Desa Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. (nrd)



