- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Menteri LHK Harap Karhutla Terakhir di Indonesia, Pj Gubernur Sumsel Masih Bicara Pergeseran Anggaran
Masih kata Siti Nurbaya, dirinya mendapatkan penjelasan teknis terkait upaya yang telah dilakukan Pemda termasuk kondisi terkini lokasi titik karhutla. “Kami juga menganalisis di wilayah Sumsel secara keseluruhan. Tahun 2023 jumlah dari titik panas menjadi titik api 80 persen atau sekitar 10.090 titik dibanding tahun 2019 jumlahnya 29.000 titik. Terus tahun 2015 jumlahnya 71.000 titik api,” katanya.
Selain itu, Siti Nurbaya mengatakan terkait perusahan yang melanggar aturan sudah ada langkah-langkah oleh Ditjen Gakkum. “Saya tadi dilaporkan juga bahwa Pemda juga mengambil langkah-langkah sanksi hukum. Bisa paralel, tidak ada masalah,” ungkapnya.
Pj Gubernur Sumatera Selatan Dr Drs Agus Fatoni MSi mengatakan, dirinya bersyukur karena Menteri hadir langsung memberi arahan serta evaluasi. Penanganan ini memang harus terpadu dengan melibatkan semua unsur swasta, pemerintah dan juga masyarakat.
“Kami terus maraton bersama dengan swasta, pemerintah dan juga masyarakat. Kami bersyukur karhutla di Sumsel terutama di OKI ini sudah membaik. Yakinlah apa yang dilakukan ini menyelamatkan nyawa, jiwa dan lingkungan. Kami terus mendukung dan tetap semangat,” ujar Agus Fatoni.



