- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Menteri LHK Harap Karhutla Terakhir di Indonesia, Pj Gubernur Sumsel Masih Bicara Pergeseran Anggaran
Masih kata Siti Nurbaya, dirinya mendapatkan penjelasan teknis terkait upaya yang telah dilakukan Pemda termasuk kondisi terkini lokasi titik karhutla. “Kami juga menganalisis di wilayah Sumsel secara keseluruhan. Tahun 2023 jumlah dari titik panas menjadi titik api 80 persen atau sekitar 10.090 titik dibanding tahun 2019 jumlahnya 29.000 titik. Terus tahun 2015 jumlahnya 71.000 titik api,” katanya.
Selain itu, Siti Nurbaya mengatakan terkait perusahan yang melanggar aturan sudah ada langkah-langkah oleh Ditjen Gakkum. “Saya tadi dilaporkan juga bahwa Pemda juga mengambil langkah-langkah sanksi hukum. Bisa paralel, tidak ada masalah,” ungkapnya.
Pj Gubernur Sumatera Selatan Dr Drs Agus Fatoni MSi mengatakan, dirinya bersyukur karena Menteri hadir langsung memberi arahan serta evaluasi. Penanganan ini memang harus terpadu dengan melibatkan semua unsur swasta, pemerintah dan juga masyarakat.
“Kami terus maraton bersama dengan swasta, pemerintah dan juga masyarakat. Kami bersyukur karhutla di Sumsel terutama di OKI ini sudah membaik. Yakinlah apa yang dilakukan ini menyelamatkan nyawa, jiwa dan lingkungan. Kami terus mendukung dan tetap semangat,” ujar Agus Fatoni.



