Menteri LHK Harap Karhutla Terakhir di Indonesia, Pj Gubernur Sumsel Masih Bicara Pergeseran Anggaran

KAYUAGUNG, SIMBUR – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Jungkal Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu,(12/11). Dalam lawatannya ke lokasi karhutla, Menteri Siti Nurbaya didampingi Pj Gubernur Sumatera Selatan Dr Drs Agus Fatoni MSi dan Plt Bupati OKI HM Dja’far Shodiq.

Menurut Menteri Siti Nurbaya, Sumatera Selatan memang wilayah gambut yang sangat luas. Kasus ini terus didalami dan tidak bisa dibiarkan, mengingat dampaknya kepada masyarakat. “Ada tiga pendekatan pencegahan karhutla yang bisa dilakukan. Pertama, pengendalian cuaca mengecek skala hujan atau dengan hujan buatan. Kedua melakukan patroli terus-terusan melalui darat maupun udara. Ketiga, melakukan pengendalian landscape, kawasan gambut harus selalu basah, kesadaran masyarakat termasuk tata kelola yang harus dikontrol waktunya,” ungkap Menteri LHK.

Siti Nurbaya menambahkan, Pemerintah Sumsel dan terkhusus di OKI sudah bekerja dengan baik dan berterima kasih atas dukungan swasta, pemda dan masyarakat yang kooperatif. Sejauh ini Sumsel yang masih memerlukan penanganan tetapi masih bisa diselesaikan.

“Saya berterima kasih. Tahun ini memang mengalami masa sulit karena karhutla cukup tinggi. Saya berharap ini yang terakhir kebakaran yang ada di Indonesia terutama di Sumsel. Kami siap berjuang dan menyelesaikannya sampai akhir,” harapnya.