- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Hujan Es Terjadi di Palembang, Bukan Hasil Modifikasi Cuaca
Bukan Hujan Buatan
Ditanya apakah hujan es terkait teknologi modifikasi cuaca (TMC), Siswanto menegaskan, tidak ada kaitannya dengan hujan buatan. “Hujan es adalah fenomena alam biasa. Tidak ada hubungannya dengan TMC atau kegiatan hujan buatan,” ujarnya.
Teknologi modifikasi cuaca (TMC), jelas Siswanto, lebih familiar dikenal masyarakat adalah hujan buatan merupakan suatu kegiatan yang melibatkan lintas sektoral seperti BRIN selaku scientist. Termasuk BMKG yang akan memberi rekomendasi kapan kegiatan TMC akan efektif dilakukan.
“TMC secara kegiatan adalah menaburkan garam (NaCl) dengan menggunakan pesawat yan diarahkan/disemai di atas awan yang secara spesifik memiliki potensi kandungan uap air yang cukup utk berkembang menjadi awan hujan,” paparnya.
Artinya, lanjut Siswanto, tanpa ada awan yang memiliki kandungan uap air yang cukup, sekalipun ditabur garam, awan tidak akan menghasilkan hujan yang sampai ke permukaan bumi. “Kalaupun berkembang menjadi awan hujan namun titik airnya tidak sampai jatuh ke permukaan bumi atau disebut dengan hujan virga,” terang Siswanto.
Ditambahkannya, kegiatan TMC memicu atau mempercepat menjadi turun hujan bahkan memiliki intensitas lebat. “Dalam hal ini benar tetapi dalam kaitannya fenomena hujan es. Bukan berarti TMC adalah menabur bongkahan es di atas awan,” tutupnya.(maz)



