Hujan Es Terjadi di Palembang, Bukan Hasil Modifikasi Cuaca

Terkait hujan es di Palembang, lanjut dia, dipicu akibat adanya pertumbuhan Awan Cumulonimbus (CB) sehingga terjadi hujan dengan intensitas sedang – lebat secara tiba – tiba disertai es yang terjadi di wilayah tersebut. “Data curah hujan berdasarkan AWS/ARG terdekat yaitu ARG Jakabaring tercatat curah hujan pukul 16.20WIB adalah 13,4mm,” sebut Siswanto seraya mengungkap, tidak ada korban jiwa dan harta benda dalam peristiwa itu.

Hasil analisis sementara mengenai ujan es yang terjadi di wilayah Kota Palembang, kata dia lagi disebabkan oleh Suhu muka laut di perairan Sumatera bagian Timur yang cukup hangat antara 30 – 31 derajat Celcius, serta anomali suhu muka laut di sekitar perairan Sumatera bagian Timur berkisar antara 1.0 – 2.0°C yang menambah pasokan uap air di wilayah Sumatera Selatan.

“Terdapat pola konvergensi yang memanjang di wilayah Pulau Sumatera bagian Timur. Kelembapan udara lapisan 850 – 500 mb di wilayah Kota Palembang berkisar antara 60% – 80%,” tandasnya.

Akibat fenomena itu, peringatan dini cuaca ekstrem sudah dikeluarkan oleh MEWS Stasiun Meteorologi SMB II Palembang sebanyak 2 kali berlaku mulai tanggal 04 November 2023 pukul 14.50 WIB – 18.30 WIB. Berdasarkan data analisis cuaca terakhir, potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Selatan masih akan berlangsung 1-2 hari ke depan. Terutama di wilayah Sumatera Selatan bagian Tengah, Barat dan Utara. “Masyarakat dihimbau untuk selalu mengupdate informasi cuaca setiap saat terutama dalam masa peralihan musim di awal bulan November ini,” harapnya.