Kabut Asap akibat Karhutla Sumsel Bisa Sebabkan Kematian

# Kabupaten OKI dan OI Prioritas Pemadaman

PALEMBANG, SIMBUR – Situasi kebakaran lahan di Kabupaten OKI dan Kabupaten Ogan Ilir, terus dimonitor dan diminimalisir.  Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo SIK dan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika MSi turun ke lokasi.

Banyak titik api diroute yang tetpantau disatelit BRIN, terutama di daerah Tulung Selapan, Jungkal dan Tanjung Raja, Kabupaten OKI. Dari beberapa kali patroli udara, diyakini  kebakaran, disebabkan peladang yang membuka lahan dengan cara membakar.

“Karena dianggap mudah dan murah, namun perlu disadari bahwa perbuatan ini membuat orang lain menderita karena iritasi mata atau pedih, infeksi saluran pernapasan. Dengan gejala sesak napas dan batuk, bahkan bisa berakibat kematian bagi penderita penyakit tertentu,” cetus Kapolda Sumsel.

Arah angin  cenderung datang dari arah Tenggara menuju Barat laut, membawa asap dari Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir ke arah kota Palembang yang berpenduduk 1,7 juta jiwa. Sebagai umat manusia yang bersifat sosial, semestinya tidak boleh memikirkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain.

Beberapa kendala petugas di lapangan antara lain, sulitnya akses jalan untuk mencapai lokasi api, minimnya peralatan serta ketersediaan air. Pemerintah Daerah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir telah mengalokasikan anggaran guna memenuhi keterbatasan ini.

“Sebesar apapun biaya yang dikeluarkan. Seberat apapun upaya pemadaman yang dilakukan, tidak akan ada artinya bilamana masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar,” timbangnya kepada Simbur.

“Berhentilah membakar lahan, kasihanilah saudara kita yang tengah berjuang memadamkan api,” harap Kapolda Sumsel.