- Skandal Suap Fee Proyek Usai Pilkada 2024, Kejati Sumsel Tangkap Wakil Bupati Pali
- Sambut 443 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Palembang
- Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit, Bupati dan Wabup Mura Gelar Rakor
- PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
- Abpednas Raih 100 Ribu Anggota, Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Jelajah Jalur Pantura, Memaknai Dinamika Masyarakat Sumatera-Jawa
Setengah Abad Lebih Jualan Bakmi Jowo

Di kawasan Candi Sari Semarang, tim mencoba menelusuri suasana malam kota yang dikenal dengan wisata kulinernya. Selain soto Semarang, tim menemukan penganan khas yang populer di daerah Jawa Tengah. Namanya bakmi Jowo.
Gerobak dengan spanduk polos tanpa tulisan berada di pinggir trotoar jalan. Parno, pedagang bakmi Jowo sedang membakar arang untuk memasak mi pesanan pelanggannya. Simbur pun menghampirinya pada Sabtu (2/9) pukul 20.00 malam.
Parno Mulyono (73) biasa dipanggil Parno. Dia mengaku sudah menjual bakmi Jowo sejak usia 20 tahun. “Saya jualan bakmi Jowo ini sudah 53 tahun,” ungkap pria kelahiran Sukokarjo tersebut.
Parno jualan bakmi Jowo ini untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Dia pernah tinggal di Solo dan kini menetap di Semarang. “Saya jualan untuk menyekolahkan lima anak saya,” ujarnya.
Bakmi Jowo ini, kata dia, ada yang digoreng dan direbus. Masaknya dibakar pakai arang. Harga satu porsi Rp15 ribu. Sementara, harga sate Semarang pelengkap Bakmi Jowo dijual Rp3 ribu per tusuk. “Bakmi Jowo ini asli Semarang tapi banyak yang jualannya orang Solo,” tandasnya.



