- Skandal Suap Fee Proyek Usai Pilkada 2024, Kejati Sumsel Tangkap Wakil Bupati Pali
- Sambut 443 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Palembang
- Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit, Bupati dan Wabup Mura Gelar Rakor
- PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
- Abpednas Raih 100 Ribu Anggota, Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Jelajah Jalur Pantura, Memaknai Dinamika Masyarakat Sumatera-Jawa
Hotel Mirip Indekos, Banyak Pasangan Bukan Suami-Istri

Tiba di Semarang Jumat (1/9) pukul 22.00 tim langsung ke hotel waralaba di kawasan Telaga Bodas Semarang. Tidak ada tanda-tanda hotel. Seperti indekos dengan customer service mirip penjaga warnet atau rental playstation.
Ruang bawah berantakan dan kamarnya tidak terawat. Suasana itu membuat tim tidak betah namun terpaksa menginap di sana karena sudah larut malam. Pegawai indekos melarang tim merokok di kamar. Sementara, muda-mudi bukan pasangan suami istri berseliweran masuk. Tim langsung checkout keesokan harinya. Bergeser ke penginapan di kawasan Candi Sari Semarang.
“Sejak lokalisasi Sunan Kuning Semarang ditutup, kebanyakan penjaja seks beralih ke online lewat aplikasi,” ungkap driver online yang tak mau disebutkan namanya.



