- Rumuskan Strategi Komunikasi yang Relevan dengan Dinamika Perubahan Zaman saat KHI 2026 Surakarta
- Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
- HPN 2027 Lampung Inklusif dan Kolaboratif, Dewan Pers Segera Kumpulkan Konstituen
- Kejati Sumsel Gelar Upacara, Ziarah, dan Tabur Bunga
- Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga Mengungsi Hindari Potensi Lahar
Jelajah Jalur Pantura, Memaknai Dinamika Masyarakat Sumatera-Jawa
Hotel Mirip Indekos, Banyak Pasangan Bukan Suami-Istri

Tiba di Semarang Jumat (1/9) pukul 22.00 tim langsung ke hotel waralaba di kawasan Telaga Bodas Semarang. Tidak ada tanda-tanda hotel. Seperti indekos dengan customer service mirip penjaga warnet atau rental playstation.
Ruang bawah berantakan dan kamarnya tidak terawat. Suasana itu membuat tim tidak betah namun terpaksa menginap di sana karena sudah larut malam. Pegawai indekos melarang tim merokok di kamar. Sementara, muda-mudi bukan pasangan suami istri berseliweran masuk. Tim langsung checkout keesokan harinya. Bergeser ke penginapan di kawasan Candi Sari Semarang.
“Sejak lokalisasi Sunan Kuning Semarang ditutup, kebanyakan penjaja seks beralih ke online lewat aplikasi,” ungkap driver online yang tak mau disebutkan namanya.



