- PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
- Bencana Sosial akibat Bentrok Berdarah Terjadi di Flores Timur, Tiga Korban Tewas dan Tujuh Warga Terluka
- Presiden Prabowo Apresiasi Panen Raya TNI di 43 Lokasi, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Wapres Gibran Sampaikan Arahan Presiden Prabowo, Pembangunan Tol Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
- Wapres Gibran Tinjau Proyek Infrastruktur Sumsel hingga Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Pertama di Indonesia
Jelajah Jalur Pantura, Memaknai Dinamika Masyarakat Sumatera-Jawa
Hotel Mirip Indekos, Banyak Pasangan Bukan Suami-Istri

Tiba di Semarang Jumat (1/9) pukul 22.00 tim langsung ke hotel waralaba di kawasan Telaga Bodas Semarang. Tidak ada tanda-tanda hotel. Seperti indekos dengan customer service mirip penjaga warnet atau rental playstation.
Ruang bawah berantakan dan kamarnya tidak terawat. Suasana itu membuat tim tidak betah namun terpaksa menginap di sana karena sudah larut malam. Pegawai indekos melarang tim merokok di kamar. Sementara, muda-mudi bukan pasangan suami istri berseliweran masuk. Tim langsung checkout keesokan harinya. Bergeser ke penginapan di kawasan Candi Sari Semarang.
“Sejak lokalisasi Sunan Kuning Semarang ditutup, kebanyakan penjaja seks beralih ke online lewat aplikasi,” ungkap driver online yang tak mau disebutkan namanya.



