- PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
- Bencana Sosial akibat Bentrok Berdarah Terjadi di Flores Timur, Tiga Korban Tewas dan Tujuh Warga Terluka
- Presiden Prabowo Apresiasi Panen Raya TNI di 43 Lokasi, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Wapres Gibran Sampaikan Arahan Presiden Prabowo, Pembangunan Tol Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
- Wapres Gibran Tinjau Proyek Infrastruktur Sumsel hingga Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Pertama di Indonesia
Jelajah Jalur Pantura, Memaknai Dinamika Masyarakat Sumatera-Jawa
Nekat Jalan Kaki, Nyaris Ketinggalan Bus

Matahari berada di atas kepala. Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Kamis (31/8/2023) siang terik menyengat bercampur debu. Menunggu bus antar kota antar provinsi (AKAP) di halte simpang Macan Lindungan, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palembang. Salah satu tim ekspedisi Simbur belum menampakkan batang hidungnya. Sementara, lalu lalang kendaraan yang melintas semakin centrang prenang. Sudah empat bus tujuan Pulau Jawa yang lewat, dia belum juga datang.
Terakhir dihubungi, posisinya tengah menunggu angkutan umum di kawasan Gandus. Hampir satu jam belum pula tiba. Pesan singkat dan WhatsApp pun tak dibalas. Meski demikian, orang yang ditunggu masih belum ada di lokasi pool bus. Hampir pukul 14.00 WIB, ketika bus hendak berangkat, lelaki berkaus polos dengan topi hijau berjalan di tengah fatamorgana.
Salah satu tim Simbur yang ditunggu akhirnya muncul juga. Hampir ketinggalan bus. Ternyata dia nekat berjalan kaki sekitar 5 kilometer. “Jaraknya tidak masalah. Panasnya terik sekali yang bikin tak tahan,” ujarnya.



