Terbangkan Enam Helikopter, Terjunkan Ribuan Personel

PALEMBANG, SIMBUR – Apel kesiapsiagaan personel dan peralatan pendukung dalam penguatan kapasitas kawasan digelar. Tujuannya, demi pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Apel berlangsung Kamis (18/5) lalu di halaman Griya Agung Palembang.

Kesiapsiagaan ini merupakan tidak lanjut dari  status siaga darurat Karhutla yang  sudah ditetapkan Pemprov Sumsel pada pertengahan Maret 2023 lalu. Dimana dalam pencegahan dan kesiapsiagaan ini semua elemen diajak untuk tetap bersiaga.

“Alhamdulillah semua pihak peduli terhadap penanganan karhutla ini. Sejak tahun 2020, 2021 dan 2022. Insya Allah tahun 2023 ini kita bisa mengendalikan karhutla sehingga asap tidak menyebar khususnya ke Ibukota Provinsi Sumsel, dimana disitu banyak objek vital lalulintas udara,” harap Deru.

Deru mengapresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat k dalam pencegahan  karhutla. Dalam penguatan kapasitas kawasan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutlah, BNPB juga memberikan dukungan dengan bantuan helikopter.

“Kami ucapkan terima kasih, tadi menerima bantuan helikopter dari BNPB. Tahun ini sudah telapor pernah terjadi 555 hotspot di wilayah Sumsel, tetapi semua titik api tersebut  bisa dikendalikan. Terima kasih kepada semua pihak termasuk masyarakat sampai dengan tingkat dilapangan seperti petani dengan kesadarannya tidak membakar lahan,” cetusnya.

Herman Deru melalui Badan Restorasi Gambut sudah memberikan bantuan sekat kanal, di beberapa kabupaten rawan karhutla. “Sekat kanal ini selain membatasi gerak api, saat terjadi kebakaran dilahan gambut, dan airnya dapat dimanfaatkam untuk keperluan water bombing,” jelasnya.

Kepala BPBD Sumsel H Iriansyah menegaskan berdasarkan surat keputusan Gubernur Sumsel nomor 269/KPTS/BPBD-SS/2023, tanggal 14 Maret 2023, tentang penetepan status siaga darurat bencana asap, akibat Karhutla di Provinsi Sumsel. Maka apel ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personil dan peralatan dalam penecegahan karhutla.

“Pentingnya optimalisasi peran, tugas dan fungsi tanggung jawab masing-masing OPD terkait dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di Sumsel mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat. Peserta apel kesiapsiagaan merupakan gabungan dari berbagai unsur dengan jumlah 1.120,” cetus kepala BPBD Sumsel ini.

Selanjutnya Gubernur Sumsel bersama Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan dan Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo meninjau sejumlah peralatan dalam pencegahan karhutla ini.

Dari kendaraan operasional, rescue dan truck, kendaraan roda dua yang dimodifikasi dengan paralatan pemadam, mesin pompa apung, pompa jinjing dan perlengkapan berupa selang, penyemabung nozzle, penampung air serta lainya kemudian peralatan komunikasi.

Adapun bantuan pemadaman karhutla dari  HTI Sinarmas Group berupa 3 unit helikopter Patroli, Helikopter Water Bombing. 3 unit helikopter dari BNPB, berupa 1 unit helikopter Patroli dan 2 unit helikopter WB.

Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK memimpin langsung apel kesiapan siagaan, yang melibatkan  1.120 personil. Tergabung dari TNI – Polri, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, Dinas Pehubungan, BPBD, Satpol PP, Damkar, Kwarda Pramuka, Dinas Kesehatan, Ketua RPK Sinarmas Group, Balai PPI Karhutla Wilayah Sumsel serta Dinas dan Instansi terkait. (nrd)